Anak Yatim Piatu Disekap Tantenya di dalam Kios, Kaki Tangan Terikat dan Mulut Dilakban

287
 

Kendari, inilasultra.com – Seorang bocah berusia 11 tahun disekap oleh saudara orang tuanya di salah blok kios di Pasar Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Penyekapan itu terjadi, Minggu 8 November 2020.

Anak yatim piatu berinsial R, disekap dengan kaki dan tangannya terikat dan mulut terlakban. Beruntung, warga di sekitar pasar mendengar teriakkan minta tolong. Warga tersebut langsung mengeluarkannya dari dalam kios.

- Advertisement -

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baruga, AKP I Gusti Komang Sulastra menceritakan, kejadiannya, Minggu 8 November 2020, sekira pukul 10.00 WITa. Seorang anak kecil dilaporkan oleh warga dalam keadaan tangan dan kakinya terikat rantai dan mulutnya terlakban. Pedagang sayur di pasar itu mendengar ada suara teriakan minta tolong.

“Pedagang sayur itu mencari sumber suara, ternyata ada anak kecil yang dikurung di dalam kios, tangan dan kaki dirantai dan digembok,” ucap Gusti, Senin 9 November 2020.

Setelah ditemukan, warga sempat kesulitan membuka gemboknya karena kunci ada pada ibu angkat korban yang saat itu tidak berada di tempat. Selang beberapa lama, ibu angkatnya berinisial S datang dan membuka gembok tersebut.

“Setelah menerima laporan itu, kami langsung datang ke lokasi dan mengamankan terduga. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan di Polsek Baruga,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan, mantan Kasat Resnarkoba Polres Kendari ini melanjutkan, terduga pelaku mengaku karena anak tersebut suka pergi keluar rumah tanpa izin.

“Terduga pelaku mengakui perbuatannya. Korban ini yatim piatu, sejak ditinggal orang tuanya korban masih berusia 4 tahun, korban diasuh oleh tantenya,” bebernya.

Masih kata Gusti, saat ini, korban dirawat oleh tetangganya yang tinggal di komplek Pasar Baruga. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait status ini.

“Sementara terduga pelaku masih kita amankan dulu, kita masih menunggu hasil keputusan koordinasi dengan KPAI. Jadi pada perkara ini belum ada penetapan tersangka, masih status terperiksa,” tutup perwira dengan tiga balok dipundak ini.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...