Hado Hasina Mengaku Sudah Diperiksa Jaksa Kasus Rekayasa Lalu Lintas di Wakatobi

305
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hado Hasina mengaku sudah diperiksa Kejaksaan Tinggi terkait kasus studi manejemen rekayasa lalu lintas di kawasan perkotaan Kabupaten Wakatobi pada tahun 2017 lalu diduga bermasalah.

“Kita sudah diperiksa kasus studi manejemen rekayasa lalu lintas di kawasan di Wakatobi. Nanti untuk lebih jelasnya konfirmasi saja kepada pimpinan Kejaksaan,” kata Hado Hasina saat ditemui di DPRD Sultra, Selasa 10 November 2020.

- Advertisement -

Kasus ini, kata dia, sudah ada solusinya untuk mengembalikan kerigian negara. Namun, dirinya belum mengetahui berapa kerugian negara.

“Pada dasarnya saya siap untuk mengembalikan kerugian negara berapapun hasilnya walaupun sudah ada fisiknya, tapi saya juga belum tau berapa kerugian negara,” katanya.

Hado Hasina menjelaskan, proyek
rekayasa lalu lintas terdapat lima kegiatam di Kabupaten Wakatobi dengan anggaran Rp1,2 miliar.

“Ada lima kegiatan dengan kegiatan yang sama kalau tidak salah anggarannya Rp1,2 miliar dan bukti fisiknya ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, proyek rekayasa lalu lintas ini biasanya bekerjasama dengan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Dosen di UHO yang ditunjuk yang mengerjakan tapi si dosen menunjuk juga yang lain mengerjakannya.

“Saya contohkan ya. Misalnya si A disuruh beli kursi, ternyata si A dia suruh si B yang beli kursi. Jadi, saya hanya menerima hasilnya dan itu sudah dimanfaatkan dimana kesalahan saya. Tapi kalau saya tahu dari awal bermasalah maka saya tidak akan bayar,” jelasnya.

Lanjut Hado, terkait siapa yang salah dalam proyek rekayasa lalu lintas dirinya belum mengetahui, karena belum ada keputusan dari Kejaksaan Tinggi

“Mengenai siapa yang salah ditanyakan kepada kejaksaan, apakah saya atau Universitas. Ini tergantung keputusan kejaksaan, karena barangnya ada dan ini hanya ada kesalahan administrasi, bukan dimanipulasi,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan penyelidikan atas dugaan kasus studi manejemen rekayasa lalu lintas di kawasan perkotaan Kabupaten Wakatobi pada tahun 2017 lalu.

Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Hukum (Penkum) Kejati Sultra, Herman Darmawan mengatan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalam data dan keterangan terhadap kasus tersebut.

“Kita masih terus mengumpulkan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dalam rangka kepentingan penyelidikan perkembangan kasus tersebut,” kata Herman Darmawan, Senin 9 November 2020.

Ia mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa beberapa orang, baik dari Dishub Sultra maupun pihak Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang melakukan kerjasama rakayasa jalan tersebut.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan dari Dinas Perhubungan Sultra, dari yang melaksanakan juga sudah, sudah banyaklah intinya,” jelasnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...