PLN Siapkan Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Smelter di Sultra

391
 

Kendari, Inilahsultra.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyiapkan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pembangunan smelter di Sulawesi Tenggara (Sultra).

PLN terus meningkatkan keandalan listrik di seluruh pelosok tanah air guna mempersiapkan keandalan listrik di wilayah Sulawesi khususnya di Sulawesi Tenggara, PLN telah merampungkan pembangunan Interkoneksi Sistem Kelistrikan dari Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tenggara (Sultra).

- Advertisement -

Capaian ini ditandai dengan keberhasilan pengoperasian jaringan transmisi bertegangan 150 kilo volt (kV) yang terbentang dari Wotu (Sulawesi Selatan) hingga Kendari (Sulawesi Tenggara) pada tanggal 21 September 2019.

Beroperasinya jaringan transmisi 150 kV Kendari-Puwatu diawal tahun 2020, berhasil menyinkronkan sistem kelistrikan bertegangan 150 kV Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dengan sistem kelistrikan bertegangan 70 kV dari Nii Tanasa (PLTU 30 MW dan PLTMG 50 MW) sehingga keandalan listrik di Kota Kendari menjadi lebih baik dan stabil.

Saat ini, PLN tengah membangun Jaringan transmisi bertegangan 150 kilo Volt (kV) dari Kota Kendari hingga Kasipute. Melalui 2 jaringan transmisi 150 kV yang terbentang yakni transmisi 150 kV Kendari – Andolo dengan progres mencapai 70%, sedangkan transmisi 150 kV Andolo – Kasipute mencapai 60% dan Gardu Induk (GI) 150 kV di Kecamatan Andolo Kabupaten Konawe Selatan dengan progres 80% serta Gardu Induk (GI) 150 kV di Kecamatan Kasipute Kabupaten Bombana.

Proses pembangunan infrastruktur kelistrikan terus dipercepat demi meningkatkan keandalan serta efisiensi sistem kelistrikan Sulawesi Tenggara.

“Rencananya transmisi 150 kV Kendari – Andolo akan dirampungkan pada akhir tahun 2021, dilanjutkan Andolo – Kasipute akan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2022,” kata General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bagian Selatan, I Putu Riasa dalam keterangannya, Rabu 11 November 2020.

Interkoneksi Sulsel – Sultra serta pembangunan infrastruktur kelistrikan di Sultra menjadi bukti PLN, dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan Industri khususnya Industri smelter di wilayah Sulawesi Tenggara.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat, Ismail Deu menambahkan dengan adanya pembangunan infrastruktur kelistrikan di Sultra dan interkoneksi Sulsel-Sultra, pastinya PLN siap mensupport agar Industri smelter di wilayah Sultra.

Tercatat 3 perusahaan yang akan disuplai listrik PLN yakni, PT Ceria Nugraha Indotama dengan kapasitas 412 Mega Volt Ampere (MVA), PT Bintang Smelter dengan kapasitas 100 MVA PT Macika Mineral Industri kapasitas 5 MVA serta 11 pelanggan potensial di Sultra dengan total kapasitas 771 MVA, diantaranya PT Kovalen Mining (Luwu Utara), PT Dimurahkan Multiguana Sejahtera (Konawe Utara), PT Antam UBPN Sulta (Kolaka), Stargate Mineral Asia (Konawe Utara) , PT Tambang Rejeki Kolaka (Kolaka) , PT Lestari Indometal Eraprima (Konawe Selatan), PT Artha Mining Industri (Bombana), PT Mahkota Konaweeha (Kendari), PT SBC Prime Metal (Kolaka), PT Toshida Smelter Indonesia (Kolaka), PT Yatoo Mega Smelter Indonesia (Konawe Selatan).

Kesiapan PLN telah didukung sistem kelistrikan di Sulawesi Tenggara, yang merupakan pembangkit yang masuk kedalam sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Dengan total daya mampu sistem Sulbagsel mencapai 2269 MW, sistem ini memiliki beban puncak sebesar 1401 MW, sehingga memiliki reserve margin atau cadangan daya sebesar 868 MW.

“Dengan surplus daya saat ini, menunjukkan bahwa suplai daya listrik bukan menjadi masalah untuk Industri besar di Sulawesi Tenggara,” tutup General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan & Penyaluran (UIKL) Sulawesi, Suroso Isnandar.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...