Pembibitan Mangrove Jadi Alternatif Kegiatan Budidaya di Masa Pandemi

360
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pembibitan dan persemaian bibit mangrove dapat menjadi alternatif kegiatan budidaya di masa pandemi Covid-19, karena dapat dilaksanakan di darat yang jauh dari pesisir pantai.

Hal ini diungkapkan oleh Dosen Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO), Dedy Oetama di sela-sela kegiatan Bimtek Pembibitan Mangrove di Darat pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Anduonohu Kota Kendari, Kamis, 12 November 2020.

- Advertisement -

Menurutnya, kegiatan pembibitan mangrove di darat dengan memanfaatkan pekarangan rumah akan memberikan kelebihan tersendiri karena memudahkan pemeliharaan dan jauh dari predator alami.

“Berdasarkan pengalaman kami, tingkat kelangsungan hidup pembibitan mangrove di darat dapat mencapai 85 persen. Hal ini menjadi peluang alternatif usaha budidaya bagi masyarakat yang bernilai ekonomi di masa pandemi sekarang ini,” ungkap Dedy Oetama.

Kegiatan Bimtek pembibitan mangrove di darat ini merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh tim dosen Universitas Halu Oleo tahun 2020.

“Ya, ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, di mana kami menawarkan satu alternatif usaha ekonomi produktif bagi masyarakat di tengah pandemi saat ini,” jelasnya.

Sambung Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPIK UHO mengatakan, mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran sangat penting sebagai habitat organisme laut, media pelindung pantai alami, mencegah instrusi air laut dan penyaring bahan pencemar ke laut.

Saat ini, lanjut dia, banyak kalangan baik pemerintah, LSM, swasta dan perguruan tinggi memiliki program rehabilitasi hutan mangrove di berbagai wilayah. Hal tersebut, tentu saja membutuhkan ketersediaan bibit mangrove dalam jumlah yang cukup besar.

“Dengan peluang pembibitan mangrove skala rumah tangga yang dapat dilaksanakan di darat atau di pekarangan rumah, maka masalah ketersediaan bibit mangrove untuk kebutuhan rehabilitasi dapat diatasi,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
Komentar
loading...