La Bakry Pimpin Rakor Kesiapan Pemanfaatan Aspal Buton

558
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Bupati Buton La Bakry menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual terkait Kunjungan Kerja (Kunker) Asisten Deputi Kementerian Koordinator (Kemenko) Maritim dan Investasi (Marves) RI di Anjungan Kantor Bupati Buton, Rabu 25 November 2020.

Kunker Asisten Deputi Kemenko Maritim dan Investasi pada Selasa 24 November 2020 ini terkait pemanfaatan aspal Buton.

- Advertisement -

Rakor ini merupakan rangkaian Kunker yang diikuti Asisten Deputi Industri Pendukung Infastruktur Kemenko Marves Yudi Prabangka, Kabid Pengembangan Kawasan Industri Kemeko Marves John Tambun, Kabid Industri Bahan Baku Kemenko Marves Supardiono, Analis Infastruktur Kemenko Marves Ronald Simanungkalit, Ketua ASPABI Dwi Purtranto, Kartika Prima Abadi, Wika Bitumen dan Sri Muliono.

Sementara yang mengikuti secara virtual di antaranya, Pihak Kemenko Marves lainnya, Pihak PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas ESDM, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, dan Dinas ESDM.

Bupati Buton La Bakry menegaskan, Kabupaten Buton siap menyuplai dan mengelola Aspal Buton.

“Aspal Buton telah terbukti memiliki kualitas yang tinggi dengan kandungan 99 persen aspal murni dan aspal kita sangat melimpah,” katanya.

Dalam rapat ini, La Bakry di dampingi Wabup Buton Iis Elianti. Turut hadir Sekda Buton La Ode Zilfar Djafar, Kepala Kejaksaan Negeri Pasarwajo Eko Riendra Wiranto, Pihak Polres Buton, Asisten Adminsitasri dan Kesra Sekda Buton Alimani, dan OPD terkait lainnya.

Asisten Deputi Industri Pendukung Infrastruktur Kemenko Marves, Yudi Prabangkara menjelaskan, rapat ini sangat luar biasa. Sebab, ada beberapa hal penting yang dirangkum dalam rapat ini.

“Tujuannya untuk memastikan kesiapan Buton dalam memasok aspal Buton dan semua produknya untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia yang di koordinir oleh Kementerian PUPR,” kata Yudi.

Ia mengaku, dalam tinjauannya telah mendapatkan kepastian kesiapan Kabupaten Buton. Utamanya menyangkut data lapangan.

“Jadi sekali lagi, kepastian ini kami sudah dapat sekalipun nanti angka-angka pastinya nanti kita akan detailkan lagi. Tapi secara eksplisit seperti yang disampaikan oleh bapak Bupati bahwa Buton siap untuk memasok aspal Buton yang kita banggakan ini untuk menjadi bahan baku pembangunan infrastruktur terutama jalan,” katanya.

Dalam lawatannya ke Buton untuk melihat secara langsung Aspal di lapangan, Yudi mengatakan, Buton sangat siap dari segi kesiapan industri pertambangan. Potensi aspal Buton sangat besar. Olehnya itu, Aspal Buton harus ditambang dengan baik.

“Tentu saja harus mengikuti kaidah-kaidah pertambangan yang baik dan benar,” ujarnya.

“Yang kedua, kesiapan dari industri pengelolaannya. Jadi sudah ada beberapa industri pengolahan aspal Buton, baik di Buton maupun di daerah lain. Sebagai contoh, adalah Surabaya. Jadi industri pengolahan ini sudah dibangun dan sudah direncanakan mulai menghasilkan produk-produknya baik saat ini maupun di tahun 2021,” tambahnya.

Menurut dia, para prosuden aspal sudah ada, seperti Wika Bitumen dan Kartika Prima Abadi. Ada juga industri kecil yang disuport oleh beberapa institusi pendidikan, seperti ITS (Institut Teknologi Surabaya) dan ITB (Institut Teknologi Bandung) telah merencanakan produksi.

Produk ini semakin mengkonfirmasi kebutuhan ril aspal seperti yang disampaikan Kementerian PUPR bahwa akan mengutamakan produk aspal Buton.

Menurut dia, penelitian tentang aspal Buton telah menunjukan kualitas, baik dari sisi teknis laboratorium pengujian maupin dari hasil aplikasi yang dilakukan. Selama ini sudah membuktikan bahwa Aspal Buton layak digunakan dan terbukti sudah sesuai dengan regulasi atau persyaratan yang disampaikan PUPR.

“Jadi tinggal memaksimalkan pemanfaatannya. Produksi yang dijanjikan oleh teman-teman dari asosiasi tinggal ditingkatkan tergantung dari kebutuhan nasional,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Ketua Asosiasi Pengembangan Aspal Buton Indoensia (ASPABI), Dwi Putranto.

“ASPABI memiliki 16 anggota produsen aktif. Jadi angka 700 ton itu adalah sepertiga dari kapasitas tahunan. Jadi kami tidak berbicara langsung pada angka 100 persen tapi dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Dwi mengaku, aspal Buton sudah terbukti memiliki kualitas yang baik dibanding aspal minyak.

“Sebagai informasi aspal minyak itu didapat dari kilang minyak bumi. Aspal Buton adalah aspal alam yang ada di Buton dan terbukti kuat, kualitasnya jauh lebih tinggi dibanding aspal minyak. Pengakuan itu bukan hanya dari Indonesia, tapi negara-negara lain sudah mengakui keunggulan Aspal Buton yang bisa digunakan dari jalan desa sampai jalan tol,” paparnya.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...