Pengembalian Kerugian Negara Proyek Rekayasa Lalu Lintas di Wakatobi Tak Diungkap

365
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kerugian negara dugaan korupsi proyek rekayasa lalu lintas di Kabupaten Wakatobi 2017 lalu telah dikembalikan oleh beberapa pihak.

Namun, kerugian negara proyek Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengapdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) ini tidak diungkap atau masih ditutup-tutupi.

- Advertisement -

Kepala Inspektorat Sultra, Gusti Pasaru
mengungkapkan, kerugian negara proyek manajemen studi rekayasa lalu lintas di Kabupaten Wakatobi 2017 telah dikembalikan.

“Hasiil audit dari Inspektorat sudah kita serahkan di Kejaksaan Tinggi untuk ditindaklanjuti. Semua kerugian negara proyek rekayasa lalu lintas di Wakatobi telah dikembalikan,” kata Gusti Pasaru saat ditemui di kantor DPRD Sultra belum lama ini.

Saat ditanya berapa kerugian negara, Gusti Pasaru mengaku, dirinya tidak mengetahui pasti berapa kerugian negara yang dikembalikan oleh beberap pihak.

“Saya tidak terlalu hafal berapa. Tapi nanti ditanyakan di Kejaksaan, karena semua datanya ada dilaporan kami di Kejaksaan,” jelasnya.

Gusti Pasaru juga tidak memberikan keterangan terkait siapa yang mengembalikan kerugian negara dalam kasus rekayasa lalu lintas di Wakatobi.

“Saya tidak tahu pasti siapa yang mengembalikan, karena sudah menyetor ke kas daerah untuk menutupi kerugian negara. Yang jelas pengerjaan proyek ini ada kerja sama,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, kerugian negara 100 persen telah dikembalikan dan pembayarannya dilakukan sebanyak dua kali.

“Pembayaran pertama sekitar dua minggu lalu dan pelunasannya dibayar sekitar hari Minggu lalu pada hari Jumat. Adapun jumlah besaranya pengembaliannya kerugian negara saya tidak hafal. Nanti tanya di Kejaksaan,” tutupnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sultra
Hado Hasina mengatakan, kerugian negara dalam kasus studi manejemen rekayasa lalu lintas di Wakatobi dikembalikan.

“Saya juga belum mengetahui berapa kerugian negara. Nanti untuk lebih jelasnya konfirmasi saja kepada pimpinan Kejaksaan Tinggi,” kata Hado Hasina belum lama ini.

Mantan Pj Wali Kota Baubau ini mengungkapkan, kasus rekayasa lalu lintas ini di Wakatobi dikerjakan bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO).

“Mengenai siapa yang salah ditanyakan kepada kejaksaan. Apakah saya atau universitas tergantung keputusan kejaksaan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penegakan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sultra, Herman Darmawan menjelaskan, Kejati sudah berkoordinasi dengan Inspektorat Sultra bahwa dalam kasus tersebut ada pengembalian kerugian negara tidak wajar.

Lanjut dia, Kejati telah menyerahkan kepada Inspektorat Sultra dan berdasarkan hasil penyampaian dari Inspektorat ada pembayaran tidak sesuai ketentuan dalam kasus tersebut.

“Saya nda bisa menyampaikan secara detail berapa kerugian negara dan pembayaran tidak sesuai ketentuan, karena kami disampaikan hanya sebatas itu. Laporan Inspektorat kini telah diterima tim penyelidik untuk menelaah dan hasilnya akan dilaporkan ke pimpinan,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...