Dewan Keluarkan Rekomendasi Kontrak PT Kurnia Diputus

369
 

Kendari, Inilahsultra.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mengeluarkan surat rekomendasi pemutusan kerjasama antara pemerintah kota dan PT Kurnia terkait pengelolaan Pasar Basah Mandonga.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Andi Sulolipu mengatakan, persoalan
Pasar Basah Mandonga terdapat pelanggaran dalam MoU yang dilakukan pengelola pasar oleh PT Kurnia sampai saat ini belum ada penyelesaian.

- Advertisement -

Selain itu, tidak ada peningkatan atau kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kota Kendari dari PT Kurnia.

“Makanya harus dipustukan cepat, karena ini sudah tidak layak untuk bekerjasama lagi. Terlebih sudah merusak hati para pedagang dan juga tidak memperhatikan infrastruktur yang ada,” kata Andi Sulolipu, Selasa 1 Desember 2020.

Anggota Frkasi PDIP ini menilai, PT Kurnia tidak memiliki struktur organisasi yang jelas, karena setiap rapat atau hearing di DPRD perwakilan PT Kurnia yang datang beda-beda dan beralasan akan diganti.

“Kami menyarankan diaudit ini PT Kurnia. Audit dulu secara AD/ART, apakah perusahaan ini benar-benar ada, karena setiap perwakilan yang datang saat hering itu selalu bilang, besok dia akan diganti. Jadi kita tidak tahu, siapa bagian pemasarannya dan lain sebagainya. Tidak ada struktur tetap,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan mengatakan, Komisi II telah menyerahkan rekomendasi pemutusan kerjasama itu sebelum habis masa kontraknya pada 2022 mendatang.

“Kita sudah terima rekomendasinya tinggal kita serahkan ke pemerintah kota untuk ditindak lanjuti seperti apa,” kata Subhan.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku, telah memberitahukan
kepada Pemkot Kendari bahwa
kerjasama pengelolaan Pasar Basah Mandonga dengan PT Kurnia sudah membebani pedagang.

“Itu sudah saya tegaskan ke pemerintah kota dan itu harus ada pengkajian ulang kerjasama dengan PT Kurnia,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...