Gelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Administrasi, KONI Sultra Terapkan Protokol Kesehatan

310
Agista Ariany Ali Mazi

Kendari, Inilahsultra.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pelatihan pengelolaan keuangan dan administrasi. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Horison Kendari sejak 30 November-2 Desember 2020.

Kegiatan ini dihadiri 128 peserta dari kepengurusan KONI Sultra, KONI Kabupaten dan Kota serta Pengurus Daerah (Pengda) Cabang Olahraga (Cabor) se-Sultra.

- Advertisement -

Ketua Umum KONI Sultra Agista Ariany Ali Mazi mengatakan, kemampuan pengelolaan keuangan dan administrasi akan sangat menentukan keberhasilan kinerja lembaga.

“Pelatihan ini akan meningkatkan pelayanan kelembagaan secara profesional, transparan, terukur, dan dapat dipercaya. Kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan dan administrasi adalah kunci keberhasilan lembaga,” jelas Agista.

Pembukaan acara pelatihan ini ikut dihadiri Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sultra Muh Tahir Lakimi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra H. Ashar, dan sejumlah pengurus KONI Sultra.

Pada kegiatan pelatihan ini menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat.

Dari 128 peserta, kelas kepelatihanan masing-masing dihadiri 64 peserta berbasis staf keuangan dan 64 peserta berbasis administrasi.

Para pemateri bidang pengelolaan keuangan didatangkan dari Inspektorat Sultra, BPKAD Sultra, dan akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo (UHO) Kendari.

Sedangkan pemateri pada pelatihan administrasi dibawakan oleh Asisten III Setprov Sultra La Ode Mustari, Kepala Perpustakaan Sultra Nur Shaleh, serta akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UHO Kendari.

Pada kegiatan tersebut, Agista berpesan, para peserta mengikuti dengan saksama materi pelatihan sehingga aplikasinya bisa lebih baik. Pengelolaan keuangan dan administrasi mencakup lebih dari sekedar menyusun laporan keuangan dan administrasi yang akurat.

“Namun, tanggung jawab pengelolaan keuangan dan administrasi sangat mempengaruhi seluruh aspek kerja kelembagaan,” tegas Agista Ariany.

Sebuah lembaga yang bekerja dengan baik namun memiliki manajemen keuangan yang buruk bisa mengalami kegagalan. Sehingga dengan manajemen keuangan yang baik akan mampu membantu para pengelola lembaga mengetahui kondisi lembaga mengenai seberapa efektif kondisi lembaga hari ini dan ke depan. (ADS)

Editor: Din

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibuwajibpakaimasker
#ingatpesanibuwajibjagajarak
#ingatpesanibuwajibcucitangan
#wajibpakaimasker
#wajibjagajarak
#wajibjagajarakhindarikerumunan
#wajibcucitangan
#wajibcucitangandengansabun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...