Jadi Korban Kampanye Hitam, Endang-Wahyu Lapor ke Bawaslu dan Polisi

602
 

Konsel, Inilahsultra.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 tinggal menghitung hari. Bayang-bayang black campaign atau kampanye hitam di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) masih mewarnai. Buktinya, Paslon nomor urut 3 Muhammad Endang SA-Wahyu Ade Pratama menjadi korban kampanye hitam.

Kampanye hitam berupa selembaran kertas atau pamflet. Isi pamflet itu bertuliskan #MENOLAK LUPA Endang Anak Emas Tak Berhati Emas. Bahkan, dalam pamflet itu terdapat foto Muhammad Endang dan almarhum Imran. Pamflet tersebut tersebar di beberapa Kecamatan di Konawe Selatan dan tersebar luas di media sosial (medsos).

- Advertisement -

Selain itu, ada selembaran membanding-bandingkan Muhammad Endang dengan Rusmin Abdul Gani. Tentunya, selembaran ini sangat menyusutkan Paslon yang berakronim EWAKO ini.

Menanggapi hal ini, Muhammad Endang SA-Wahyu Ade Pratama akan melaporkan ke pihak kepolisian dan Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Konsel.

“Selama ini kami sudah banyak mendapat cacian dan makian bahkan cenderung character assassination. Malam ini baru kami merespon, karena menurut kami selebaran ini bisa merusak dari pada keamanan, persatuan dan kerukunan dari pada masyarakat Konsel menjelang Pilkada,” ucap Endang saat ditemui di kediamannya, Rabu, 3 Desember 2020.

Selebaran ini, kata Endang, dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan jauh dari kepatutan dan nilai-nilai serta kebudayaan.

“Kami prihatin, menurut kami bisa merusak persatuan dan integrasi kita. Setelah melakukan kajian pertemuan dan rapat internal tim, maka kami memutuskan besok (hari ini) akan melaporkan secara resmi ke pihak kepolisian dan Bawaslu,” sambung Endang.

Endang mengimbau kepada seluruh Timses maupun pendukungnya untuk tetap tenang, percayakan kepada penegak hukum. Jaga keamanan dan ketertiban, percayakan kepada pihak Bawaslu dan Kepolisian yang akan mengusut tuntas masalah ini.

“Bawaslu harus mengatensi masalah ini, karena dengan penyebaran lembaran kertas dapat memicu ketegangan antara pendukung. Mari sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Pilkada Konsel, agar Pilkada berjalan kondusif dan lancar,” tuturnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...