Kampanye Hitam Serang Pribadinya, Endang Bersyukur Keluarganya Tak Bagi-bagi Proyek

749
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 mendatang tinggal menghitung hari masyarakat dalam menentukan untuk memilih pemimpin lima tahun ke depan.

Dari berbagai cara dilakukan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil untuk mendapatkan simpati dan dukungan kepada masyarakat bahkan untuk menjatuhkan calon lain sebagai pesaingnya di Pilkada.

- Advertisement -

Hal ini dialami oleh Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel) nomor urut 3 Muh. Endang SA-Wahyu Ade Pratama mendapatkan kampanye hitam dengan beredarnya selebaran pamflet yang menjelek-jelekan bahkan menyerang pribada pasangan nomor urut tiga di medisa sosial (Medsos) dan di wilayah-wilayah Konsel.

Calon Bupati Konsel, Muh. Endang SA mengatakan, sejak memutuskan untuk maju di Pilkada Konsel, pihaknya terus mendapatkan berbagai serangan
seperti pengrusakan baliho, hinaan, cacian dan konstruksi opini di Medsos yang ingin menimbulkan antipati untuk menjatuhkan Endang-Wahyu.

“Selebaran yang banyak beredar di medsos dan di Konsel merupakan black campaign (kampanye hitam) atau cara-cara kotor sudah menyerang pribadi untuk menjatuhkan Endang-Wahyu di Pilkada. Penyebaran pamflet dilakukan oleh oknum-oknum hanya untuk mengadu domba Paslon jelang Pilkada Konsel,” kata Muh Endang dalam konferensi persnya, Rabu 2 Desember 2020.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sultra ini mengatakan, dari selebaran yang beredar tidak ada tulisan keluarga dari Endang-Wahyu yang merugikan masyarakat seperti yang terjadi di Konsel.

Ia menyebut, situasi Pilkada Konsel saat ini isu yang dimainkan adalah mengadu domba masyarakat Konsel. Untuk itu, Endang tidak ingin Pilkada Konsel seperti di tempat-tempat lain yang ada bentuk pembakaran

“Alhamdulilah di situ tidak pernah ditulis keluarga Endang-Wahyu merugikan masyarakat. Alhamdulillah
di sini tidak tertulis Endang-Wahyu korupsi. Tidak tertulis Endang-Wahyu bagi-bagi proyek misalnya kepada anak di pemerintahan mengerjakan dana desa misalnya membuat pos-pos dan pasal-pasal atau nomenklatur yang justru jauh dari pada kebutuhan dan kepentingan rakyat. Kami haqul yakin sekali lagi terima kasih yang membuat selebaran tersebut,” ujarnya.

“InsyaAllah dengan adanya fitnah yang dilakukan oleh oknum-oknum ini kepada pasangan Endang-Wahyu bertambah dukungan, sehingga pada puncak hari Rabu 9 Desember 2020 kita bisa memenangkan Pilkada di Konsel,” tambahnya.

Mantan Ketua KPU Konsel ini meminta
semua pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam berkompetisi dengan keras tetapi tetap memperhatikan undang-undang yang ada dan norma kesopanan hukum maupun kebijaksanaan yang sudah diajarkan dari pada nenek moyang.

“Saya tidak ingin Pilkada di Konsel itu seperti Pilkada di tempat lain yang ada bentuk sampai mau bakar-bakar. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan masyarakat Konsel. Kita adalah rakyat yang sangat cinta kedamaian, jangan hanya karena kepentingan politik nafsu atau syahwat ingin mempertahankan kekuasaan sehingga kemudian kita merusak daripada nilai-nilai yang ada di masyarakat serta persatuan dan kesatuan masyarakat Konsel,” ujarnya

Untuk itu, kata Endang, pasangan berakronim Ewako ini jika terpilih jadi bupati dan wakil bupati lima tahun ke depan akan memperhatikan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat serta sumber daya manusia di Konsel.

“InsyaAllah kami tidak akan mengembangkan dan melakukan hal-hal atau praktek-praktek seperti yang terjadi di Konsel yang hanya menguntungkan diri sendiri tanpa berpihak kepada masyarakat luas di Konsel,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...