Tim Hukum SUARA Laporkan Wabup Konsel Arsalim ke Bawaslu

725
 

Kendari, Inilahsultra.com Tim hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel) Surunuddin Dangga-Rasyid melaporkan Wakil Bupati Konsel yang juga Plt bupati ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat.

Pelaporan itu terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta Bupati dan Wakil Bupati.

- Advertisement -

Kuasa hukum SUARA Andri Darmawan menjelaskan, pihaknya resmi melaporkan Arsalim Arifin selaku Wabup Konsel dan Plt Bupati Konsel ke Bawaslu pada Kamis 3 Desember 2020.

“Kami resmi laporkan dua laporan dugaan pelanggaran pidana pemilihan,” kata Andri di Kendari, Kamis 3 Desember 2020.

Kasus pertama yang dilaporkan adalah terkait penggantian Kepala Puskesmas Tinanggea. Menurut Andri, penggantian pejabat tidak bisa dilakukan enam bulan sebelum pemilihan dan enam bulan setelah pemilihan kepala daerah.

“Dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 pasal 71 ayat 2 bupati dilarang melakukan penggantian pejabat kecuali mendapat persetujuan dari menteri. Kepala puskesmas ini merupakan bagian dari pemerintahan daerah,” jelas Andri.

Ia menyebut, setiap orang yang melanggar pasal dimaksud, maka bisa dikenakan sanksi pidana yang cukup jelas disebutkan pada Pasal 190 undang-undang yang sama.

“Sanksi hukuman satu bulan penjara,” katanya.

Salah satu laporan tim hukum SUARA ke Bawaslu Konsel. (Istimewa)

Laporan kedua, terkait adanya temuan bahwa kediaman pribadi Arsalim di Kelurahan Potoro dijadikan posko pemenangan pasangan calon. Selain itu, ikut terpasang baliho berukuran besar.

Menurutnya, hal ini merupakan tindakan pelanggaran pidana pemilihan pasal 71 ayat 1 bahwa pejabat daerah dilarang membuat tindakan menguntungkan pasangan calon dan merugikan pasangan calon.

“Selain sebagai Plt bupati, Arsalim juga rentan karena beliau sebagai Ketua DPC Gerindra Konawe Selatan yang mengusung paslon,” jelasnya.

Harusnya, kata dia, jika ingin melakukan kampanye, Arsalim mengambil cuti dari tugas pemerintahannya.

Namun kenyataannya, lanjut Andri, mantan Kepala Bappeda Konsel itu tidak mengambil cuti.

“Jadi dia tidak bisa melakukan tindakan mempromosikan pasangan calon. Ini jelas merugikan pasangan calon lain,” jelasnya.

Ia menuturkan, laporan mereka sudah diregistrasi oleh bawaslu dan mendorong pengawas pemilu bekerja profesional dalam menuntaskan kasus ini.

“Kalau tidak profesional maka kita akan laporkan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu),” tekannya.

Dikonfirmasi terpisah Ketua Bawaslu Konsel Hasni mengaku pihaknya sudah menerima laporan tim hukum pasangan SUARA.

“Hanya saja, saya belum lihat karena saya masih ada kegiatan di luar. Nanti saya cek dulu,” imbuhnya.

Sementara itu, Arsalim yang coba dihubungi Inilahsultra.com belum memberikan jawaban.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...