Tim Hukum SUARA Minta Tak Ada Spekulasi Kampanye Hitam yang Dialami Endang-Wahyu

227
 

Kendari, Inilahsultra.com Tim hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel) Surunuddin Dangga-Rasyid (SUARA) meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi terhadap kasus kampanye hitam yang diarahkan ke pasangan Muh Endang SA-Wahyu Ade Pratama Imran.

Tim hukum SUARA Andri Darmawan menyebut, sejak awal paslon SUARA sudah mewanti-wanti kepada tim untuk tidak melakukan black campaign atau kampanye hitam kepada pasangan lain.

- Advertisement -

“Kita sudah sampaikan kepada semua tim saat pembekalan. Tidak boleh ada yang melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon lain,” kata Andri Darmawan, Kamis 3 Desember 2020.

Untuk itu, pihaknya ikut mendukung agar kasus ini segera diproses aparat dan mengungkap pelaku penyebaran pamflet tersebut.

“Kita mendukung upaya hukum terkait kampanye hitam ke pasangan Endang-Wahyu,” imbuhnya.

Ia mengaku, pihaknya juga tidak tahu siapa yang menyebar pamflet bernada provokasi untuk menyudutkan pasangan Endang-Wahyu.

“Jangan ada spekulasi atau sampai menuduh siapa. Jika tuduhan itu tidak berdasar (diarahkan ke SUARA), maka kami juga akan menempuh proses hukum,” tegasnya.

Andri menyebut, selama ini pasangan SUARA sering mendapatkan kampanye hitam di media sosial. Namun, hal itu tidak ditanggapi berlebihan.

“Kalau soal serangan kampanye hitam, SUARA sudah sering mengalami itu di media sosial. Kita tidak membalas,” tuturnya.

Paslon nomor urut 3 Muhammad Endang SA-Wahyu Ade Pratama menjadi korban kampanye hitam.

Kampanye hitam berupa selembaran kertas atau pamflet. Isi pamflet itu bertuliskan #MENOLAK LUPA Endang Anak Emas Tak Berhati Emas. Bahkan, dalam pamflet itu terdapat foto Muhammad Endang dan almarhum Imran. Pamflet tersebut tersebar di beberapa Kecamatan di Konawe Selatan dan tersebar luas di media sosial (medsos).

Selain itu, ada selembaran membanding-bandingkan Muhammad Endang dengan Rusmin Abdul Gani. Tentunya, selembaran ini sangat menyusutkan Paslon yang berakronim EWAKO ini.

Menanggapi hal ini, Muhammad Endang SA-Wahyu Ade Pratama akan melaporkan ke pihak kepolisian dan Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Konsel.

“Selama ini kami sudah banyak mendapat cacian dan makian bahkan cenderung character assassination. Malam ini baru kami merespon, karena menurut kami selebaran ini bisa merusak dari pada keamanan, persatuan dan kerukunan dari pada masyarakat Konsel menjelang Pilkada,” ucap Endang saat ditemui di kediamannya, Rabu, 3 Desember 2020.

Selebaran ini, kata Endang, dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan jauh dari kepatutan dan nilai-nilai serta kebudayaan.

“Kami prihatin, menurut kami bisa merusak persatuan dan integrasi kita. Setelah melakukan kajian pertemuan dan rapat internal tim, maka kami memutuskan besok (hari ini) akan melaporkan secara resmi ke pihak kepolisian dan Bawaslu,” sambung Endang.

Penulis : Iqra

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...