Masa Tenang Pilkada, Ridwan Bae Ajak Warga dan Timses Jangan Saling Provokasi

555
 

Kendari, Inilahsultra.com – Masa tenang pemilihan kepala daerah (pilkada) resmi berlaku sejak 6 Desember 2020. Sudah tidak ada lagi aktivitas kampanye dan kegiatan politik. Pemilih dibiarkan untuk menentukan pilihannya pada 9 Desember 2020 mendatang.

Dalam situasi masa tenang ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ridwan Bae mengajak agar masyarakat dan tim sukses untuk tidak saling memprovokasi.

- Advertisement -

“Jangan lah kita saling memprovokasi dan membuat gaduh daerah di masa tenang hingga selesainya proses demokrasi ini,” kata Ridwan Bae, Senin 7 Desember 2020.

Masa tenang, menurut politikus Golkar ini, merupakan waktu dimana warga merenung dan memastikan calon yang akan dipilih.

Ridwan menyebut, warga perlu dibiarkan mempertimbangkan banyak hal terhadap calon yang akan maju sebelum dicoblos di bilik suara nanti.

“Kita harus berikan ruang kepada warga agar bisa menentukan siapa yang dipilih tentu berangkat dari pertimbangan terhadap figur calon maupun janji kampanye yang disampaikan,” jelasnya.

Ia mengaku, secara kepartaian, Golkar juga mengusung kandidat calon kepala daerah. Itu hal yang lazim dalam demokrasi. Hanya saja, ia mengingatkan agar pilkada ini tidak menjadi ajang permusuhan di tengah masyarakat.

“Ini ajang lima tahunan bagi rakyat untuk menentukan pilihannya. Tidak mesti harus saling melukai,” ujarnya.

Politikus Golkar juga ini berharap, tak ada intimidasi dan kekerasan yang terjadi selama pilkada berlangsung di tujuh daerah di Sultra, terkhusus di Pilkada Muna.

Sebab, dari tujuh daerah yang menggelar Pilkada, Muna masuk daerah rawan konflik. Untuk itu, Muna menjadi bagian dari perhatian pemerintah termasuk dirinya agar Pilkada berlangsung damai dan lancar.

“Kekerasan itu merugikan kita semua hanya karena pesta demokrasi ini. Mari lah kita jaga daerah kita dan jangan gampang terprovokasi,” pungkasnya.

Penulis : Iqra

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...