Pilkada Usai, Pesan Ridwan Bae untuk Rusman dan Rajiun

1326
Rusman dan Rajiun saat saling berpelukan di suatu momen keluarga. (Dok Facebook Wayong)

Kendari, Inilahsultra.com – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 telah selesai, 9 Desember 2020.

Meski belum ada keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), semua kandidat sudah mengklaim kemenangan di Pilkada 2020. Tidak terkecuali di Pilkada Muna.

- Advertisement -

Mantan Bupati Muna dua periode Ridwan Bae menyebut, baik tim calon maupun lembaga survei telah mengeluarkan hasil hitung cepatnya atas pemilihan yang terjadi.

Namun, hitung cepat itu bukan sebagai acuan penentu kemenangan.

“Masih ada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memutuskan hasil secara keseluruhan. Kita tunggu hasil resmi penyelenggara. Tidak puas, nanti ada ruang sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK),” kata Ridwan Bae, Rabu 9 Desember 2020.

Terkhusus di Pilkada Muna, Ridwan menyebut, dua pasang yang bertarung, LM Rusman Emba-Bachrun Labuta dan LM Rajiun Tumada-La Pili bukan orang lain.

Kedua pasangan ini dekat dengan dirinya dan memiliki hubungan persaudaraan satu sama lain.

“Jadi sebenarnya tidak ada orang lain di Muna itu. Semua memiliki hubungan keluarga dari ujung Towea sampai Tongkuno,” katanya.

Saat ini, kata dia, berdasarkan hitung cepat lembaga survei, Rusman-Bachrun menjadi pemenangnya. Namun, hal itu tidak boleh membuat pasangan ini dan timnya jumawa atau sombong.

“Jangan egois dengan kemenangan itu. Itu adalah suara rakyat yang mengkehendaki. Tapi bukan berarti Rajiun dan La Pili tidak punya suara. Mereka juga dikehendaki masyarakat Muna lainnya,” jelas Ridwan.

Untuk itu, kata dia, Rusman-Bachrun bisa mengontrol timnya agar tidak melakukan euforia berlebihan dan melakukan provokasi di masyarakat.

Sebaliknya, bagi yang belum beruntung, untuk bisa menunggu proses di KPU hingga mengajukan gugatan di MK.

“Tahapan akan terus berjalan. Masyarakat harus saling menahan diri demi kedamaian dan stabilitas daerah kita,” tuturnya.

Bila nantinya Rusman-Bachrun dinyatakan sebagai pemenang, harus mau merangkul Rajiun dan La Pili untuk bersama membangun Muna lebih maju dan berdaya saing dengan daerah lain.

“Rajiun dan Rusman ini adik saya. Perbedaan politik hari ini hanya sesaat saja. Sebab, bisa jadi ke depannya akan bersama pada momen politik lain,” imbuhnya.

Soal rekonsiliasi politik setelah pemilihan, Ridwan pernah merasakan saat Pemilihan Gubernur 2013 lalu saat melawan Nur Alam. Meski situasi politik memanas pada saat tahapan pilkada, namun berlangsung damai setelah pemilihan.

“Sebab, perbedaan politik itu saya anggap sementara. Ketika Nur Alam menjabat, saya mendukung programnya. Begitu pula jika ada yang keliru, saya kritik kebijakannya,” katanya.

Hal yang sama juga kepada Gubernur Sultra Ali Mazi. Ridwan pernah terlibat konflik politik dengan Ali Mazi dalam beberapa momen. Meski keras, kata Ridwan, namun tidak mengorbankan masyarakat di bawah.

“Tapi setelah Pilkada selesai, tidak ada dendam. Kami saling merangkul dan mendukung kebijakan yang pro rakyat. Saya ingin hal ini juga terjadi antara Rusman dan Rajiun,” tuturnya.

Terakhir, Ridwan juga mengapresiasi kepada masyarakat yang menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada 2020 di tujuh daerah di Sultra. Termasuk penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu yang bekerja keras mengawal suara rakyat.

“Saya juga memberikan terimakasih dan rasa hormat kepada Kapolda Sultra dan Danrem 143 Haluoleo yang turut memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Sultra dalam proses demokrasi ini. Saya berharap, proses pilkada ini berlangsung damai hingga pelantikan kepala daerah yang definitif nantinya,” pungkasnya.

Penulis : Iqra

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...