Belum Limpahkan Kasus Reklame ke Pengadilan, Sikap Kejari Kendari Dipertanyakan

245
 

Kendari, Inilahsultra.com – Praktisi hukum Anselmus AR Masiku menilai status tersangka kasus pajak reklame di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang ditangani Kejaksaan Negeri harusnya sudah bisa dilimpahkan ke Pengadilan Negeri.

“Ketika kejaksaan menetapkan tersangka berarti sudah cukup bukti untuk melimpahkan berkas tersangka ke pengadilan,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari, Anselmus, Senin 14 Desember 2020.

- Advertisement -

Menurut Anselmus, dalam kasus korupsi penegak hukum tidak langsung menetapkan orang sebagai tersangka. Namun ada aduan, dilakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi untuk mengumpulkan alat bukti.

“Setelah itu dianalisa dan oke bisa naik tersangka, berati bukti sudah cukup, tidak mungkin menetapkan tersangka jika buktinya tidak kuat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, penetapan tersangka kasus pajak reklame sudah lama dan seharusnya berkasnya sudah dilimpahkan di pengadilan.

“Bukti apalagi yang kurang ketika sudah ditetapkan tersangka. Bukti apalagi yang dicari kejaksaan untuk melimpahkan berkas tersangka terhadap pelaku korupsi pajak reklame itu ke pengadilan,” tanya Anselmus

Belum dilimpahkan berkas berkas tersangka, kaga Anselmus, ini mengakibatkan ketidakpastian hukum bagi tersangka itu sendiri. Kemudian ketidakpastian hukum bagi masyarakat yang dikorbankan dengan korupsi tersebut.

“Kalau sudah status tersangka. Jangan dilama-lamakan, agar tidak menimbulkan persepsi masyarakat terhadap penegakkan hukum yang dilakukan Kejari,” ujarnya.

Selain itu, Anselmus menjelaskan, tersangka kasus pajak reklame saat ini sebagai tahanan kota harus dilakukan pengawalan oleh pihak Kejari atau didampingi aparat penegak hukum, karena tersangka memiliki akses dan uang.

“Tahanan rumah sekalipun sangat mengkhawatirkan apalagi tahanan Kota. Dikhawatirkan tersangka keluar daerah dan berpotensi bisa melarikan diri,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Intelejan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari, Ari Siregar mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mengumpulkan berkas tersangka.

“Jika sudah terkumpul berkasnya baru bisa dilimpahkan di Pengadilan, karena ini beda dengan kasus lain, seperti narkoba, kalau narkoba cepat mengumpulkan berkasnya,” kata Ari Siregar, Kamis 10 Desember 2020.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...