40 Alat Berat Dibakar, VDNI Konawe Rugi Rp200 Miliar

840
 

Kendari, Inilahsultra.com – Managemen PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Morosi Kabupaten Konawe menyebut sebanyak 40 alat berat terbakar dalam demo ricuh pada Senin 14 Desember 2020 lalu.

Manager Operasional PT VDNI Yin Xing Hui menyebut, akibat pembakaran itu, pihaknya mengalami kerugian kurang lebih Rp200 miliar.

- Advertisement -

“Besar kemungkinan (kerugian) sekitar Rp200 miliar kurang lebih. Ada eskavator, ada loader, ada beberapa alat berat dump truck sepuluh roda, dump truck duabelas roda, dan beberapa mesin di pabrik smelter,” ungkap Manager Operasional PT VDNI Yin Xing Hui, Selasa 15 Desember 2020.

Sementara itu, Juru Bicara PT VDNI dan OSS Dyah Fadilat dalam keterangan resmi menyatakan, manajemen melakukan investigasi internal secara mendalam untuk menindaklanjuti unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi di pabrik yang terletak di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Senin (14/12).

Pihaknya menyayangkan kerusuhan tersebut dan meminta pihak berwajib untuk mengusut tuntas pelaku-pelaku yang terlibat.

“Semua pihak menyayangkan kejadian yang menimbulkan kerusakan dan merugikan banyak pihak, baik perusahaan, karyawan yang terganggu pekerjaannya, hingga warga sekitar pabrik yang terdampak aktivitas hariannya,” ujar Juru Bicara PT VDNI dan OSS Dyah Fadilat dalam keterangan resmi, Selasa (15/12).

Ia menyebut, kerusuhan tersebut telah mengakibatkan lumpuhnya aktivitas perusahaan karena alat pendukung pabrik rusak parah serta sekitar 40 alat berat dan kendaraan operasional milik perusahaan terbakar.

Dyah mengatakan perusahaan akan mengambil langkah tegas melalui jalur hukum dengan melaporkan peristiwa perusakan dan kerusuhan yang terjadi di area pabrik ke Polda Sulawesi Tenggara untuk dilakukan investigasi sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, President Director PT VDNI dan PT OSS, Tony Zhou Yuan mengaku, sejak kehadiran VDNI di Morosi, ia telah merencanakan program jangka panjang dengan salah satunya membangun fasilitas umum yang lebih baik, meskipun dengan segala keterbatasan yang ada di awal.

Di masa pandemi Covid-19 yang terjadi tahun ini pun perusahaan selalu semaksimal mungkin memberikan perlengkapan kesehatan yang dibutuhkan, tidak hanya untuk karyawan, namun juga untuk warga di sekitar pabrik.

“Mr. Tony juga mengkhawatirkan bahwa kejadian ini dapat berdampak pada keraguan investor untuk datang berinvestasi ke Morosi, karena PT VDNI saat ini sedang merencanakan perluasan kawasan pabrik dan membutuhkan dukungan investor untuk melaksanakan rencana tersebut. Padahal, rencana investment tahap III ini akan berdampak sangat baik terhadap penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih banyak lagi,” katanya dalam keterangan resmi.

Tony juga membantah isu yang beredar bahwa perusahaannya tidak pernah menaikan gaji karyawan.

“Perusahaan selalu mengikuti aturan terkait sistem pengupahan atau gaji yang berlaku. Bahkan terdapat jalur prestasi untuk menjadi karyawan tetap yang diperuntukkan bagi karyawan yang memiliki kinerja baik,” ujarnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...