Pengurus Forki Baubau “Pecah”

360
 

Baubau, Inilahsultra.com– Kepengurusan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Baubau dikabarkan terpecah akibat adanya dualisme kepengurusan. Hal itu dipicu beredarnya surat pembekuan pengurus Forki Baubau periode 2018-2022 yang ditandatangani Sekum Forki Sultra.

Forki Sultra pun menurunkan tim untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di internal pengurus Forki Baubau.

- Advertisement -

Ketua Bidang Organisasi Forki Sultra Sodan Ayu Putri Warningsih menuturkan, tujuan Forki Sultra turun ke Baubau untuk melakukan verifikasi data kepengurusan Forki Baubau.

“Tujuan kami kesini hanya untuk memverifikasi saja, tidak memutuskan mana yang salah dan mana yang benar,” tuturnya di Aula Metro Entertain Kota Baubau, Sabtu 19 Desember 2020.

Terkait dualisme kepengurusan Forki Baubau, Sodan tidak ingin berspekulasi terlalu jauh, lebih-lebih tentang informasi pembekuan kepengurusan Forki Baubau periode 2018-2022. Pihaknya hanya mengumpulkan data dan semua keputusan itu ada di pengurus Forki Sultra.

“Makanya dua kubu ini kita minta datanya berupa berkas, surat mandat atau pun SK kepengurusannya untuk kita kembali kaji di provinsi. Harapannya Forki Baubau bisa bersatu kembali dan bisa membina organisasinya dengan sehat, pokoknya tetap solid,” tukasnya.

Ketua Harian Forki Baubau Weldy Soemargo mengakui, jika kepengurusan Forki Baubau periode 2018-2022 dibawah kepemimpinan mantan Dandim 1413 Buton Letkol Inf Davy Dharma Putra masih tetap solid.

“Hanya ada segelintir pihak yang memanfaatkan kesempatan karena Pak Davy tidak berada di Baubau dan saya diberi mandat oleh Pak Davy sebagai Ketua Harian Forki,” akunya.

Kata dia, pokok permasalahan sebenarnya cukup gampang yakni dikeluarkan surat pembekuan pengurus Forki Baubau periode 2018-2020 oleh Sekum Forki Sultra.

“Jadi yang sah mengeluarkan pembekuan adalah Ketua Umum Forki Sultra,” ujarnya.

Sementara itu, Sekum KONI Baubau Yunus Nonci berharap persoalan internal di tubuh Forki Baubau segera selesai dan kembali solid.

“Forki harus kembali solid. Jika tidak, maka tidak akan diikutsertakan pada Porprov 2022. Itu akan berpengaruh bagi atlet karena banyak atlet kita banyak mendulang prestasi bagi daerah lain, padahal mereka orang Baubau,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...