Operasi Lilin 2020, Ikut Cegah Penyebaran Covid-19

126
 

Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin 2020 dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru di halaman Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sultra, Senin 21 Desember 2020.

Pada kesempatan ini, Ali Mazi membacakan amanat tertulis dari Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis.

- Advertisement -

Tampak mendampingi Ali Mazi sejumlah petinggi Polri dan TNI di Sultra, yakni Kapolda Irjen (Pol) Yan Sultra Indrajaya, Komandan Korem Halu Oleo Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, dan Kepala BIN Daerah Sultra Brigjen TNI Aminullah. Ketua DPRD Sultra Aburrahman Saleh juga terlihat dalam apel ini.

Operasi Lilin 2020 akan digelar selama 15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021. Polri mempersiapkan 83.917 personel, 15.842 personel  TNI, serta 55.086 personel instansi terkait lainnya.

“Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar lantas (keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas), dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dan lain-lain,” jelas Ali Mazi saat membacakan amanat Kapolri.

Apel gelar pasukan ini, lanjut dia, dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan  pelaksanaan Operasi Lilin 2020 dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru, baik aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra Kamtibmas lainnya.

Kegiatan pengamanan ini mengedepankan kegiatan preemptif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional. Tentunya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Apel ini yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polri, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan.

“Pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan kita cenderung underestimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat, apalagi di masa pandemi Covid-19  saat ini. Kita harus lebih peduli. Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran  Covid-19,” jelasnya.

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, jelas dia, ada beberapa prediksi gangguan Kamtibmas yang harus diantisipasi, antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung.

Termasuk balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.

Dalam amanat yang dibacakan Ali Mazi, Kapolri berharap seluruh kepala satuan wilayah (Kasatwil) mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah.

Tidak hanya itu, Kapolri juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personel dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Lilin Tahun 2020.

Selain memimpin apel gelar pasukan, pada kesempatan itu, Ali Mazi juga menyaksikan pemusnahan ratusan miras yang berhasil disita oleh aparat keamanan. (ADS)

Editor: Din

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibuwajibpakaimasker
#ingatpesanibuwajibjagajarak
#ingatpesanibuwajibcucitangan
#wajibpakaimasker
#wajibjagajarak
#wajibjagajarakhindarikerumunan
#wajibcucitangan
#wajibcucitangandengansabun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...