Warga Kendari Selundupkan Narkoba di Rutan Polda Sultra, Sabu Disimpan dalam Pasta Gigi

1360
 

Kendari, Inilahsultra.com Seorang pria di Kendari nekad menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu ke dalam Rutan Polda Sultra, Minggu, 27 Desember 2020 sekira pukul 12.10 WITa.

Beruntung, aksinya ketahuan oleh personel Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Sultra. Rencananya, barang haram tersebut akan diberikan atau diedarkan kepada tahanan Rutan Polda Sultra.

- Advertisement -

Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman membenarkan kejadian tersebut. Kata Eka, ada pembesuk dari keluarga tahanan berinisial MR (24). MR ini datang untuk membesuk tersangka kasus narkoba yang ditangkap pada 24 November 2020 lalu berinisial MS (33).

“Saat di Rutan Polda Sultra, pembesuk berinisial MR ini hendak membesuk MS. Namun, petugas yang berjaga melakukan pemeriksaan barang bawaan,” terang Eka Fathurrahman.

Setelah diperiksa barang bawaannya, petugas Dit Tahti menemukan sabu-sabu untuk dimasukkan ke dalam sel tahanan Polda Sultra dengan modus menyelipkan di dalam kemasan odol bermerek Pepsodent.

“Petugas Dittahti langsung menghubungi piket Ditresnarkoba Polda Sultra untuk menindak lanjuti hal tersebut. Dimana personel dari Ditresnarkoba dan personel Dittahti melakukan penggeledahan dimana ditemukan 1 paket sabu disimpan di dalam bungkusan odol,” sambungnya.

Hal itu diakui oleh MR. Kata MR di hadapan polisi, sabu tersebut merupakan miliknya yang akan diserahkan ke tahanan Rutan Polda Sultra berinisial MS. Dari hasil interogasi, MS juga mengakui bahwa sabu tersebut dititip kepada adiknya MR agar sabu dibawakan kepadanya di Rutan Polda Sultra.

“Selanjutnya tersangka serta barang bukti diamankan Mako Ditresnarkoba untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” terangnya.

Eka Fathurrahman menuturkan, barang bukti sabu yang diamankan dengan berat brutto 1,06 gram. Barang bukti lain yang diamankan, 2 unit handphone, 1 lembar potongan lakban berwarna pink, 1 buah odol dan kemasannya serta uang tunai Rp250 ribu.

“Modus operandi, tersangka ditemukan membawa sabu untuk diberikan atau diedarkan kepada Tahanan Rutan Polda Sultra,” tambahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 thn 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...