Sultra Waspada Kosmetik Tanpa Izin Edar Mengandung Bahan Berbahaya

2344
 

Kendari, Inilahsultra.com – Peredaran kosmetik berbahaya tanpa memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih banyak ditemukan di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari, Muhammad Rusydi Ridha mengatakan, sepanjang tahun 2020 kebanyakan ditemukan pelanggaran peredaran kosmetik yang tidak memiliki izin edar.

- Advertisement -

Berdasarkan investigasi BPOM Kendari ada 33 kasus kosmetik tanpa izin edar yang ditemukan. Dari 33 kasus terdapat 4 kasus dilanjutkan dalam tahap penyelidikan ke penegak hukum.

“Kosmetik ini menjadi permasalahan yang sangat krusial karena kosmetik yang beredar tidak memilki izin edar dari BPOM dan mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidroquinon, reselsinol,” kata Kepala BPOM Kendari, Muhammad Rusydi Ridha, Selasa 29 Desember 2020.

Kosmetik yang mengandung bahan berbahaya ini mempunyai risiko besar berbahaya terhadap kesehatan, yang bisa mengidap penyakit kanker kulit dan bisa saja kulit menghitam serta berbekas dengan adanya noda hitam.

“Masyarakat lebih waspada serta tidak menggunakan produk kosmetik berbahaya. Pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk yang tertera pada labelnya, memiliki izin edar BPOM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa,” jelasnya.

Menurut dia, produk kosmetik ilegal mengandung bahan berbahaya bisa berefek buruk pada para pengguna, karena sudah dipastikan berkategori berbahaya.

“Produk ilegal ini tak sepatutnya digunakan untuk perawatan kulit. Bila dipakai, fatal akibatnya terhadap kesehatan terutama pada kulit,” katanya.

Kewenangan BPOM pada kosmetik ilegal, kata dia, pertama memiliki kewenangan fungsi penyuluhan kepada masyarakat dan kepada penjual kosmetik seperti apa bisa dipake dan bisa dijual.

Kemudian, bidang pemeriksaan dari BPOM melakukan pemeriksaan ke toko-toko kosmetik di lapangan dan bidang penindakan yang bertugas menentukan kasus-kasus tersebut betul-betul melanggar hukum sampai pengadilan.

“Kami minta bantuan dari masyarakat dan seluruh stakeholder untuk bersama BPOM mencegah kosmetik tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya untuk beredar di masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penjualan kosmetik yang tidak memiliki izin edar dari BP ini berkonsekuensi hukum melanggar Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pada Pasal 197 di mana terhadap orang yang memproduksi atau mengedarkan kosmetik yang tidak memiliki izin edar bisa mendapatkan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...