TNI AL Kendari Tangkap Tongkang Pemuat Ore Nikel Tak Miliki Dokumen Lengkap

1214
 

Kendari, Inilahsultra.com Pangkalan TNI Angakatan Laut (Lanal) Kendari mengamankan Kapal Tugboat TB Putera Mandar 179 dan Kapal Tongkang PBB Tanjung Balanipa 301 dari Koarmada II di Selat Wawonii, Kabupaten Konawe Kepuluana (Konkep) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Jumat, 25 Desember 2020.

Kedua kapal tersebut diamankan karena bermuatan 7.500 metrik ton material ore nikel dari Kolaka Utara (Kolut) menuju Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) tanpa disertai dengan dokumen yang lengkap dinilai melanggar undang-undang pelayaran.

- Advertisement -

Dikonfirmasi kepada Komandan Unit Intelijen Lanal Kendari, Kapten Laut (P) Rizki Daya menjelaskan, pada 25 Desember 2020 tim Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) TNI AL Armada II Surabaya melakukan patroli di sekitar Perairan Sultra dan mendapatkan kapal dan tongkang bermuatan ore nikel itu di Perairan Selat Wawonii bermuatan ore nikel tanpa dilengkapi dengan dokumen lengkap.

“Awalnya itu tim KRI melakukan patroli di sekitar perairan Sultra ternyata
mendapatkan kapal dan tongkang bermuatan ore nikel itu di Perairan Selat Wawonii, Konkep. Setelah diperiksa ternyata dokumen pelayaran tidak lengkap. Lanal Kendari yang dekat mendapatkan pelimpahan dokumen untuk mengamankan dua kapal tersebut,” jelas Kapten Laut (P) Rizki Daya, saat ditemui di Lanal Kendari, Rabu 30 Desember 2020.

Saat ini, kata Rizki, kapal dengan jumlah 10 orang ABK tersebut masih dalam proses pemeriksaan dokumen oleh Lanal Kendari. Kapal tongkang beserta kapal tugboat dan 10 ABK saat ini diamankan di Pelabuhan Bungkutoko Kendari di bawah pengawasan Lanal Kendari.

“Sejak 25 Desember 2020 sampai saat ini dua kapal itu dan 10 ABK masih diamankan dan pengawasan Lanal Kendari di perairan Bungkutoko Kendari, karena kapal dan tongkang ini menyalahi undang-undang pelayaran,” ungkapnya.

Saat ditanya asal perusahaan apa yang mengangkut ore nikel tersebut, Rizki belum bisa memberikan jawaban, karena saat ini proses pemeriksaan dokumen sementara berjalan di Lanal Kendari.

“Kita belum bisa pastikan perusahaan apa dan milik siapa karena pemeriksaan dokumen sementara berjalan. Tapi yang jelas kapal tersebut bermuatan ore nikel 7.500 metrik ton dengan dokumen tidak lengkap,” ungkapnya.

Kemudian, saat ditanya apakah material ore nickel tersebut milik PT Cipta Mineral Indonesia (PT CMI), Rizki mengaku belum mengetahui siapa pemilik ore nickel tersebut, karena saat ini pihaknya sementara melakukan penyelidikan.

“Kita belum tahu siapa yang punya. Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Rizki memastikan, proses penyelidikan selesai dalam waktu dekat ini. Terkait, apa langkah selanjutnya diserahkan sama pimpinannya.

“Kita upayakan secepat mungkin. Semua itu kita menunggu keputusan dari pimpinan,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...