Jawaban Tak Memuaskan Pemicu Pembunuhan Petani di Kolaka

726
 

Kolaka, Inilahsultra.com – Pelaku tindak pidana penganiayaan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dengan menggunakan sebilah badik di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, berinisial S (42) akhirnya ditangkap Polisi.

Penikaman yang dilakukan S hingga tewasnya Baharuddin (47) dipicu hanya persolan sepele. Dimana, saat itu pelaku menanyakan alamat kepada korban. Namun, jawaban korban kurang memuaskan hingga terjadi cekcok dan ketersinggungan.

- Advertisement -

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kolaka, AKBP Saiful Mustofa mengatakan, dua hari setelah kejadian, Minggu, 10 Januari 2021 sekira pukul 17.30 WITa, pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Elang Anti Bandit 007 Polres Kolaka bersama Polsek Watubangga.

“Dari hasil penyelidikan, kejadian itu dipicu ketersinggungan atau cekcok antara korban dengan pelaku saat bertemu (berpapasan) di jalan,” ucap Saiful Mustofa dalam pres releasenya di Polres Kolaka, Senin 11 Januari 2021.

Sebelum penikaman itu terjadi, pelaku menanyakan alamat atau jalan kepada korban. Karena mendapat jawaban yang kurang memuaskan sehingga pelaku menyerang korban menggunakan badik.

“Berdasarkan hasil visum pihak rumah sakit, di tubuh korban ada beberapa luka tusuk. Tidak ada perlawanan dari korban, karena saat itu korban sedang membawa barang menggunakan sepeda motor hendak menuju kebunnya,” sambung Saiful.

Kejadian ini, menurut Saiful, murni penganiayaan hingga hilangnya nyawa seseorang karena adanya ketersinggungan pada saat berpapasan hingga terjadi penikaman.

“Kami mengamankan barang bukti badik yang digunakan pelaku dan sembar celana panjang jeans warna biru. Pelaku juga, sudah mengakui perbuatannya,” tutur Saiful.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 338 KUHP subsider pasal 351 ayat (3) dengan ancaman 15 tahun penjara.

Untuk diketahui, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 8 Januari 2021 sekira pukul 17.00 WITa. Korban berangkat dari rumah menuju ke kebun dengan membawa kayu gamal untuk dijadikan pagar kandang sapi.

Sesampainya di kebun, korban menurunkan kayu gamal dan mengantarkan istrinya pulang ke rumah. Kemudian, korban kembali ke kebunnya untuk membawa kayu gamal.

Jelang magrib, istri korban khawatir karena suaminya belum juga pulang ke rumah. Sehingga istri korban bersama anak dan mertuanya pergi ke kebun untuk mencari korban.

Sesampainya di kebun, mereka mendapati sepeda motor milik korban tergeletak di jalan. Kemudian istri korban kembali ke rumah dengan maksud meminta bantuan kepada masyarakat setempat.

Bermodalkan alat penerangan senter handphone, korban ditemukan tergeletak berlumuran darah dan terdapat luka di beberapa tubuh korban.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...