Bupati Buton Minta PGRI Aktif Sampaikan Kebutuhannya

177
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com ‚Äď Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Buton menggelar silaturahim dan audiens dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton.

Kegiatan yang bertema ‚ÄúMembangun Kerja Sama dan Sinergitas dalam Meningkatkan Profesionalisme dan Kesejahteraan Guru‚ÄĚ tersebut digelar di Aula Kantor Bupati Buton, Rabu 13 Januari 2021.

- Advertisement -

Silaturahim dan Audiens dihadiri Bupati Buton La Bakry, Wakil Bupati Buton Iis Elianti, Sekda Laode Zilfar Djafar, Ketua PGRI La Nesa, dan anggota PGRI Buton.

Dalam sambutannya La Bakry mengatakan, sekarang Kabupaten Buton memiliki tantangan besar dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

‚ÄúIPM di Buton berkisar 62. Dan angka itu harus terus ditingkatkan,‚ÄĚ katanya.

Untuk itulah, kata dia, tantangan itu merupakan tugas semua pihak.

‚ÄúTugas kita semua, bukan hanya di bidang kesehatan dan ekonomi, tetapi bidang Pendidikan juga memberikan kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat,‚ÄĚ katanya.

Orang Nomor Satu di Kabupaten Buton ini menegaskan, PGRI bersama anggotanya harus terus berusaha untuk meningkatkan sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Buton untuk menjadi skeolah standar.

‚ÄúDi tahun 2021-2022 harus sudah lebih dari setengah baik TK, SD, SMP, sudah memenuhi standar nasional,‚ÄĚ pintanya.

Dia mengatakan, guru memberi kontribusi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Buton. Meski di Kabupaten Buton, masih kekurangan tenaga guru.

La Bakry juga memimnta PGRI harus proaktif dalam menyampaikan segala kebutuhannya. Sehingga pemerintah dapat menganggarkan saat penetapan APBD Buton.

‚ÄúPGRI sebagai mitra diharapkan dapat mencerdaskan anak bangsa dan itu tergantung dari kualitas tenaga pendidik di Kabupaten Buton. Kebijakan untuk mengangkat PNS guru, bukanlah kewenangan Pemkab Buton, tapi dengan penerimaan 500 guru melalui jalur P3K diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Buton,‚ÄĚ imbuhnya.

Ketua PGRI La Nesa mengatakan, program pemerintah daerah dengan program PGRI akan jalan secara bersama-sama. PGRI tidak akan berseberangan dengan pemerintah.

‚ÄúPGRI siap untuk diktritisi. Kami menerima masukan kalaupun ada juga yang kurang atau ada yang sedikit tersumbat antara guru dengan Pemda kita akan bangun komunikasi persuasif yang humanis. Artinya tidak perlu guru itu ribut kesana-kemari,‚ÄĚ ujarnya.

Ia berharap selama lima tahun kedepan PGRI ini di bawah kepemimpinannya akan bersama-sama dengan pemerintah. sebab PGRI merupakan organisasi profesi bukan organisasi politik.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...