Wagub Sultra: Kerukunan Umat Beragama Terus Ditumbuhkan di Masyarakat

246
Wagub Sultra Lukman Abunawas memukul gong sebagai tanda dimulainya Rapat V Majelis Sinode Gepsultra.

Kendari, Inilahsultra.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Lukman Abunawas mengungkapkan bahwa kerukunan umat beragama yang selama ini tercipta di Sultra merupakan nilai luhur yang senantiasa ditumbuhkan dan dipupuk oleh masyarakat.

Hal itu dikemukakan Wagub saat menghadiri sekaligus membuka Rapat V Majelis Sinode Gepsultra di Swiss-Belhotel Kendari, Senin, 18 Januari 2021.

- Advertisement -

Lukman mengatakan, dalam program prioritas pemerintahan AMAN (Alimazi-Lukman Abunawas) selama periode pemerintahan 2018-2023, Pemprov Sultra menetapkan Program Sultra Beriman dan Berbudaya, sebagai implementasi dari nilai-nilai luhur ini.

“Kita semua memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk selalu memelihara kedamaian dan menjaga kerukunan. Apalagi sekarang kita punya program prioritas, yaitu Sultra Beriman dan Berbudaya. Pemerintah daerah akan selalu eksis bersama seluruh umat beragama di Sultra, baik itu mendukung kegiatan-kegiatan maupun dalam rangka pembinaan yang diselenggarakan secara berkala,” katanya.

Politisi PDIP ini menjelaskan, kegiatan-kegiatan keagamaan ataupun yang digelar oleh lembaga keagamaan baik itu dalam bentuk perayaan, kesenian, olahraga, dan sebagainya, pemprov akan selalu mendukung dan bekerjasama.

“Saya berharap, kerukunan beragama terus ditumbuhkembangkan melalui komunikasi antara lembaga keagamaan dengan pemerintah daerah,” tuturnya.

Terkait dengan pelaksanaan Rapat V Majelis Sinode Gepsultra, Wagub Lukman Abunawas menyampaikan apresiasinya dan berharap musyawarah ini dapat menghasilkan program-program jangka pendek maupun menengah.

Rapat ini akan berlangsung hingga tanggal 20 Januari 2021. Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya turut hadir dalam acara itu yang mengambil sub tema “Dalam Solidaritas dengan Masyarakat Sulawesi Tenggara Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila Guna Menanggulangi Kemiskinan, Ketidakadilan, Radikalisme, dan Kerusakan Lingkungan”.

Gepsultra atau Gereja Protestan di Sultra merupakan gereja yang didirikan untuk wilayah pelayanan di Provinsi Sultra. Gereja ini terdapat di 40 lokasi di seluruh Sultra. Gepsultra masuk dalam Persatuan Gereja Indonesia (PGI) pada sidang raya di Makassar, 25 Mei 1950.

Reporter : Iqra yudha

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...