GMNI Kendari Gelar Webinar Dampak Vaksin Sinovac di Masyarakat

394
Foto Istimewa

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari menggelar webinar dengan tema “Dampak Penggunaan Vaksin Sinovac Covid-19 Bagi Masyarakat”
bermaksud untuk mengetahui sekaligus menjawab keragu-raguan dari khayalak umum tentang vaksinasi Covid-19, Kamis 21 Januari 2021

Dalam webinar kali ini menghadirkan narasumber yang kompeten yakni, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra, dr La Ode Rabiul Awal, Ketua Ikatan Psikolog Klinis Sultra, Yuliastri Ambar Pabudhi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sultra, Ridwan Badallah dan Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik.

- Advertisement -

La Ode Rabiul Awal menjelaskan,
vaksinasi Covid-19 bukan sesuatu yang berbahaya untuk dilakukan, karena vaksin yang akan disuntikkan sudah melalui beberapa uji tahap klinis. Kemudian setelah diberi vaksin bukan berarti untuk tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Vaksinasi bukanlah obat penyembuh dari Covid-19 melainkan sebagai pencegah agar kekebalan tubuh secara buatan dapat menguat,” jelas La Ode Rabiul Awal.

Sementara, LM Rajab Jinik mengatakan vaksinasi ini perlu dilakukan edukasi yang transparan secara terus menerus sehingga masyarakat tidak menjadi ragu dan takut untuk divaksin.

“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar menghilangkan stiga-stigma negatif dengan adanya vaksin Covid-19 jenis Sinovac ini,” ucapnya.

Kemudian, Ridwan Badallah menyampaikan, pihaknya siap memberikan informasi akurat di masyarakat terkait vaksin Covid-19 jenis sinovac tersebut.

“Dinas Kominfo siap memberikan informasi akurat yang dapat mengedukasi masyarakat terkait vaksin covid-19, serta mengimbau kepada masyarakat Sultra agar jangan percaya terhadap berita-berita yang tidak teruji secara ilmiah informasi terkait vaksin ini,” ucapnya.

Sedangkan, Yuliastri Ambar Pabudhi menyampaikan, perspektif masyarakat justru lebih terpengaruh atas berita dan sumber informasi yang tidak dapat disaring sebaik mungkin.

“Berita yang tidak benar ini dapat membuat masyarakat agak ragu-ragu untuk bersedia di beri vaksin. Jadi harus kita hilangkan adanya kabar-kabar yang mempengaruhi masyarakat,” jelasnya.

Diskusi itu disimpulkan bahwa vaksinasi Covid-19 bukan sesuatu yang berbahaya, edukasi dan propaganda yang baik justru mendatangkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai positif. Maka dengan diberi vaksin dapat menguatkan imun tubuh dan bisa tercegah dari virus corona sembari menjalankan protokol kesehatan.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...