Suami Istri di Kendari Saling Lapor Polisi, Enam Anaknya Terlantar

2007
Ilustrasi (foto : Radardepok)

Kendari, Inilahsultra.com – Perkara rumah tangga yang rumit dan sering terlibat cekcok, membuat suami istri di Kendari saling lapor ke polisi.

Sang suami berinisial MS melaporkan istrinya YS ke Polres Kendari atas dugaan penganiayaan terhadap anak berinisial S, yang merupakan hasil perkawinan dengan istri pertamanya. Kebetulan, YS adalah istri kedua MS.

- Advertisement -

Sedangkan, YS melaporkan suaminya, MS ke Polda Sultra atas dugaan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait foto tidak senonoh suami.

Keluarga MS, Sakali Fanesa menyebut, kasus ini bermula dari pertengkaran keduanya hingga penganiayaan anak diduga dilakukan oleh sang istri YS.

Sang suami berinisal MS kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Kendari pada September 2020 lalu.

“Tapi dia tidak langsung ingin proses. Dia tunda dulu. Eh ternyata istrinya melaporkan ke Polda Sultra atas kasus ITE,” jelas Sakali, Senin 25 Januari 2021.

Ia menyebut, kasus pelaporan UU ITE ini dinilainya janggal. Sebab, MS tidak pernah menyebar konten fotonya sendiri ke media sosial.

Foto hasil screnshot dari video tersebut tiba-tiba beredar di media sosial dengan akun yang berbeda dari MS.

“Memang, mereka punya lima handphone dengan email yang sama. Jadi, foto itu tersebar di lima HP tersebut. Dua HP dipegang istrinya, suaminya pegang tiga. Suaminya ini mengirimkan screenshot foto (potongan video) ke istrinya agar segera pulang. Karena saat itu istrinya pergi dari rumah,” jelasnya.

Karena foto tersebut tersebar, YS melaporkan suaminya ke polisi dugaan pelanggaran UU ITE. Padahal, tangkapan layar video itu bukan untuk konsumsi publik melainkan privasi mereka berdua.

Atas kasus ini, sang suami telah ditahan oleh polisi di Polda Sultra atas laporan istrinya. Akibatnya, lima orang anak hasil perkawinan istri pertamanya terlunta-lunta.

“Jadi, anaknya ini ada usia 3 tahun, 7 tahun, 8 tahun, 10 tahun ada yang sudah SMA. Mereka semua kembali ke Raha bersama keluarga,” bebernya.

Sementara satu anak yang masih 7 bulan hasil perkawinan dengan istri keduanya, diambil sendiri oleh YS.

Ia mengaku, keluarga sudah mengajukan penangguhan penahanan ke Polda Sultra namun tidak diberikan.

“Katanya penyidik tidak ada alasan kuat menangguhkan suaminya ini. Padahal, suaminya ini jelas mencari uang untuk makan anak-anaknya termasuk anaknya dengan istri keduanya itu. Istrinya juga saat ini masih juga ditanggung suaminya,” katanya.

Ia melanjutkan, karena kasus pelaporan UU ITE tetap lanjut, MS kemudian kembali mendorong agar YS ikut diproses di Polres Kendari terkait penganiayaan anak.

“Sekarang sudah tersangka, tapi tidak ditahan oleh polisi,” jelasnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kendari AKP I Gede Pranata Wiguna mengaku, YS sudah ditetapkan tersangka.

“Dalam proses sidik,” kata Kasat Reskrim dikonfirmasi wartawan lewat pesan WhatsAppnya, Senin 25 Januari 2021.

Ia menyebut, YS tidak ditahan atas pertimbangan penyidik.

“(Masih) punya anak bayi. Masih menyusui,” katanya.

Namun menurut Sakali, harusnya YS ikut ditahan seperti proses hukum yang dialami MS. Sebab, sepengetahuan keluarga, YS sama sekali tidak mengurus anaknya dengan baik.

“Keluarga itu ingin agar istrinya ini juga ditahan. Harus ada perlakuan adil. Selama ini, anak bayinya itu sama-sama bapaknya. Waktu dipanggil di Polda Sultra, suaminya ini gendong anaknya. Nanti setelah bapaknya ditahan, baru diambil sama istrinya,” bebernya.

Sakali menuturkan, keluarga telah berupaya agar kasus ini diselesaikan dengan damai. Toh juga, kasus ini hanya masalah sepele. Sebab, saling lapor dan saling memenjarakan suami istri ini ikut berdampak pada kondisi anak.

“Sekarang siapa yang mau urus mereka. Siapa yang mau kasi makan mereka, sementara suaminya yang jadi tulang punggung sudah ditahan,” katanya.

Sakali mengaku, ia mengenal keduanya karena dirinya sendiri yang turut menikahkan mereka. Ia juga sudah berupaya menggunakan jalur kekeluargaan dengan keluarga istri MS, namun tidak ada titik temu.

“Harusnya, yang kita kedepankan adalah nasib anak-anaknya. Soal mau sama-sama atau tidak, itu urusan lain lagi,” pungkasnya.

Terhadap hal ini, Kasat Reskrim Polres Kendari membuka ruang mediasi baik pelapor maupun terlapor. Hanya saja, laporan YS terhadap MS ke Polda Sultra terus bergulir, bahkan MS telah ditahan.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
loading...