Dua Terduga Pelaku Suap Pengadaan Tes Corona Digelandang di Kejati Sultra

319
Terduga pelaku suap tiba di Kantor Kejati Sultra. (Onno)

Kendari, Inilahsultra.com – Dua terduga pelaku suap pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) digelandang di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Selasa 26 Januari 2021.

Keduanya diterbangkan dari Jakarta usai ditangkap oleh tim Kejagung bekerjasama dengan tim Kejati Sultra.

- Advertisement -

Sebelum itu, keduanya langsung menjalani Swab Antigen di Rumah Sakit Bahteramas dan langsung digiring di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra dengan menggunakan dua unit mobil.

Pantauan media ini, dua terduga
Imel Anitya (24) berprofesi sebagai Technical Sales PT Genecraft Labs dan Teddy Gunawan Joedistira (48) merupakan Direktur PT Genecraft Labs tiba di Kejati Sultra, sekira pukul 11.39 WITa.

Dua terduga langsung digiring ke dalam ruangan kantor Kejati Sultra untuk menjalani proses pemeriksaan lanjutan. Sebelumnya, tim penyidik Kejati Sultra telah melakukan pemeriksaan awal di Kejari Jakarta Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) dibantu Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat mengamankan dua (2) orang, diduga sebagai pemberi suap kepada oknum pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Senin 25 Januari 2021.

Keduanya diamankan di Jalan Meruya Ilir Raya, Meruya Utara, Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat sekira pukul 13:00 WIB.

Mereka diduga sebagai pemberi suap tindak pidana pengadaan alat pemeriksaan Covid-19 (RT-PCR) sebesar Rp1.360.884.000 dan pengadaan BMHP dan Reagen Pemeriksaan Covid 19 (RT-PCR) nilai kontrak Rp1.715.056.700, program percepatan penanganan Covid-19 tahun 2020.

Penangkapan terhadap keduanya, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Nomor: Print-02 /P.3/Fd.1/01/2021 tanggal 20 Januari 2021.

Kedua orang tersebut diduga sebagai pemberi suap sebesar 13 persen dari nilai kontrak pada oknum pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Sultra.

Dalam perkara Tindak Pidana Korupsi pemberian dan penerimaan sejumlah uang Rp431.862.074, terkait pelaksanaan pengadaan Alat Pemeriksaan Covid-19 (RT-PCR/Reagent) Program Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Sultra Tahun Anggaran 2020 dengan nilai Rp 1.715.056.700,- dan Rp 1.360.884.0000.

Keduanya melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a, b, pasal 5 ayat (2), Pasal (11) jo Pasal 12 huruf a, b, e, g, UU nomor 31 tahun 1991 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo. Pasal 56 KUHP.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...