Hari Keempat Kunker, Gubernur Sultra Tinjau Tambang Aspal Buton Hingga Pelabuhan

387
Rombongan Gubernur Sultra bersama tim Kemenko Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) saat meninjau pabrik aspal milik PT. Kartika Prima Abadi. Kec. Lasalimu

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Kunjungan Kerja (Kunker) hari keempat di Kepulauan Buton (Kepton), Senin 1 Februari 2021, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menerima tim Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves).

Kunjungan tim Kemenko Marves dalam rangka penggunaan aspal Buton masuk dalam program nasional pengaspalan 1000 Km.

- Advertisement -

Tim yang terdiri dari 16 orang tersebut diterima Gubernur Sultra Ali Mazi didampingi Wali Kota Bauabu AS Tamrin dan Bupati Buton La Bakry di Bandara Betoambari pada pukul 08.30 WITa.

Selain mereka, hadir juga Seretaris Kota Baubau Roni Muchtar dan Pj. Sekda Buton Utara Yuni Nurmalawati, serta sejumlah kepala OPD Provinsi Sultra dan kabupaten/kota.

Pada hari itu, Ali Mazi bersama Tim Kemenko Marves meninjau pusat penambangan aspal Buton milik PT Wijaya Karya (WIKA) Bitumen di Lawele Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton.

Rombongan Gubernur Sultra Ali Mazi dan tim Kemenko Marves saat berada di pertambangan aspal Buton milik PT. Wijaya Karya (Wika) Bitumen di Lawele Kecamatan Lasalimu.

PT WIKA adalah perusahaan yang mengelola sumber daya aspal baik dalam bentuk bahan jadi atau siap pakai maupun dalam bentuk setengah jadi atau serpihan batuan aspal.

Secara umum, potensi aspal di Kabupaten Buton seluas 60.000 hektar namun baru dieksploitasi seluas 400 hektar oleh 42 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Namun baru 6 perusahaan yang melakukan produksi.

Salah satunya adalah PT. Wijaya Karya (Wika) Bitumen seluas 101 Hektar dan PT. Kartika prima Abadi. Pada bulan Mei 2021 ditargetkan telah memproduksi dalam bentuk kemasan 25-50 kg untuk memudahkan pengangkutan.

Selain itu, Gubernur Sultra dan Tim Kemenko Marves meninjau Pelabuhan Nambo sebagai salah satu penyangga infrastruktur pengiriman dan suplay aspal Buton ke daerah lain.

Gubernur Sultra Ali Mazi kepada tim Kemenko Marves menyampaikan, perlu pengembangan dan perluasan Pelabuhan Nambo dan perlu dikonsentrasikan pelabuhan tersebut sebagai penyangga pelabuhan utama pengiriman aspal Buton.

Setelah berkeliling di Pelabuhan Nambo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju PT. Kartika Prima Abadi. Kunjungan ke perusahaan ini untuk mendengarkan presentasi dari salah satu direktur perusahaan tentang pabrik aspal yang telah dibangun. Pabrik tersebut nantinya menjadi pabrik aspal yang dapat menyuplai kebutuhan aspal dalam dan luar negeri.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sultra dan rombongan juga sempat mengecek fisik dan lingkungan perusahaan. Tinjauan itu dilakukan sebelum meninjau Pelabuhan Banabungi Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton.

Rombongan Gubernur Sultra Ali Mazi dan tim Kemenko Marves saat meninjau Pelabuhan Banabungi Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton.

Gubernur Sultra Ali Mazi menjelaskan, sejak puluhan tahun pelabuhan ini menjadi andalan utama pengiriman aspal curah di Kabupaten Buton.

Namun belakangan ini, pelabuhan tersebut menjadi pelabuhan yang digunakan oleh PT. Wijaya Karya untuk pengiriman paket 1 ton aspal Buton dengan kandungan 20 persen.

Usai kunjungan tersebut, Gubernur Sultra Ali Mazi dan tim Kemenko Marves melakukan rapat dan diskusi di Hotel Zenith Baubau tepat pukul 21.00 WITa. Rapat tertutup ini diikuti sebagian tim Gubernur Sultra, tim Kemenko Marves, tim Bupati Buton, dan tim Wali Kota Baubau.

Dalam sambutannya, Ali Mazi mengatakan, Pemprov Sultra serius membangun pertambangan aspal di Kabupaten Buton. Keseriusan itu juga sudah disampaikan kepada Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) pada beberapa kali teleconfrence.

“Kita menyambut baik dan antusias atas kunjungan tim kementerian hari ini,” kata Ali Mazi.

Politikus Partai Nasdem ini menyatakan, masyarakat patut bersyukur karena Provinsi Sultra dikarunia banyak potensi sumber daya alam. Potensi itu patut dijaga, dirawat, dan dikelola dengan baik untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat Sultra.

Bukan hanya itu, mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sultra ini juga mengimbau kepada semua pihak agar memperhatikan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas pemerintahan dengan mematuhi 3M (Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan).

“Konsep JITU yakni Jujur, Ikhlas dan Terus Menerus serta fokus menjadi penting dalam menjalankan amanah gubernur,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ali Mazi juga berharap, harapan tentang pengelolaan aspal Buton bisa mendapat respon positif dari pemerintah pusat.

“Karena dalam visi misi Gubernur Sultra yang dituangkan dalam konsep Garbarata menjadi penting untuk menyelaraskan pembangunan baik di daratan maupun di Kepulauan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim Kemenko Marves mengutarakan, beberapa hal penting yang menjadi perintah Menko Marves LBP tentang pengelolaan aspal Buton. Yakni, mengecek cadangan aspal Buton, meninjau infrastruktur pendukung seperti jalan dan pelabuhan, serta meninjau pabrik aspal milik perusahaan yang beroperasi.

Pada intinya, Menko Marves LBP sangat mendukung dan memprioritaskan industri aspal Buton dalam membangun infrastruktur jalan di tanah air. Aspal Buton harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Untuk mencapai semua itu, maka perlu menghilangkan ego sektoral. Sehingga dibutuhkan integritas kerja dan saling mendukung.

Bukan hanya itu, LBP juga memerintahkan agar perlu dilakukan digitalisasi sistem pengelolaan aspal Buton. Pasalnya, pemerintah sangat serius menggunakan aspal Buton dengan kebijakan 1000 Km penggunaan aspal Buton. Sehingga hasil produksi aspal Buton dapat dimanfaatkan di negeri sendiri.

Tim Kemenko Marves snagat mengapresiasi seluruh kesiapan Pemeritah Provinsi Sultra terkait kebijakan pemerintah pusat untuk menjadikan aspal Buton sebagai aspal andalan untuk memenuhi kebutuhan aspal dalam negeri. Sehingga kedepan akan menggantikan aspal cair yang secara ekonomis dan produksi lebih menguntungkan dan memudahkan. (ADV)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...