Dewan Tinjau Lokasi Banjir yang Rendam Belasan Rumah Warga di Lalodati Kendari

129
Peninjauan lokasi banjir di Lalodati. (Haerun)

Kendari, Inilahsultra.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan dinas terkait Kota Kendari turun langsung mengecek lokasi banjir yang merendam puluhan rumah di Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Selasa 2 Februari 2021.

Dalam kunjungan tersebut, dipimpin langsung Ketua Komisi III, LM. Rajab Jinik, turun hadir Wakil Ketua DPRD, LM. Inarto dan beberapa anggota dewan. Turut hadir Kadis PU Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana dan Dinas terkait, Selasa 2 Februari 2021.

- Advertisement -

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik mengatakan, penyebab terjadinya banjir dan puluhan rumah tergenang karena sempitnya drainase dan daerah kawasan daratan rendah
di RT 08 Kelurahan Lalodati. Pasalnya,
ketika hujan turun maka air berkumpul dan menyebabkan rumah warga sekitar terendam banjir.

Tambah politikus Golkar ini, memang
sudah pernah dilakukan pelebaran drainase, tetapi hanya beberapa wilayah saja karena sebagian warga menolak lahannya untuk dihibahkan sebagai pembangunan pelebaran drainase, karena meminta ganti rugi lahan.

“Titik yang tidak tersentuh pelebaran drainase merupakan lokasi penyebab tergenangnya air yang menyebabkan banjir. Kedepan kita akan upayakan agar dilakukan pelebaran drainase dan
ketika datang hujan, maka air tidak lagi tergenang dan tidak banjir,” jelasnya.

Terkait warga yang tidak mengizinkan lahannya digunakan sebagai pelebaran drainse, Anggota Fraksi Golkar ini
menginstruksikan Lurah Lalodati untuk memfasilitasi warga dan menampung semua keluhan atau permintaan warga. Kemudian diserahkan kepada DPRD untuk ditindaklanjuti.

“Saya sudah perintahkan Lurah Lalodati untuk menampung seluruh keluhan warga yang tidak mau menghibahkan lahannya untuk pelebaran drainase. Saya beri waktu satu minggu, agar secepatnya kita selesaikan polemik ini,” jelasnya.

Lanjutnya, terkait lahan warga yang meminta ganti rugi lahan masuk koridor jalan provinsi. Nantinya akan dikomunikasian ke Dinas Tata Ruang Pemprov Sultra terkait ganti rugi lahan. Disatu sisi pihaknya juga akan dulu keuangan Pemkot Kendari.

“Jika keuangan daerah memungkinkan untuk ganti rugi lahan, maka kami akan mengeksekusinya. Tapi nanti kami akan koordinasi dulu. Pada intinya kami akan berusaha optimal, agar masalah ini cepat tertuntaskan, karena ini harus menjadi perhatian khusus dan tidak meresahkan lagi masyarakat,” jelasnya.

Kata Rajab, ada beberapa warga lainnya siap menghibahkan tanahnya untuk dibuatkan kolam retensi. Jika warga tidak ingin menghibahkan tanahnya, maka akan dilakukan paksa, karena di sisi lain warga membangun rumah di sepadan jalan dan itu melanggar aturan yang ada.

“Kalau memang tidak mau dibuatkan drainase lahannya, kita akan paksa karena ada sejumlah rumah di lokasi banjir membangun rumah melanggar sepadan jalan,” tutupnya.

Ia menambahkan, meminta juga anggota DPRD Provinsi daerah pemilihan (Dapil) Kota Kendari untuk memperhatikan masalah yang meresahkan masyarakat terutama persoala banjir ketika musim hujan tiba.

“Saya minta anggota DPRD Provinsi khususnya Dapil Kota Kendari turun bersama memperjuangkan aspirasi ratusan masyarakat yang berdampak banjir. Ini tanggungjawab kita bersama,” tutupnya.

Sementara itu, Kadis PU Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana mengatakan, setelah melakukan kunjungan kerja, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan warga agar bisa menghibahkan tanahnya untuk pelebaran drainase.

“Jika tetap bersikeras maka akan digusur paksa, karena itu melanggar aturan,” tegas Erlis Sadya Kencana.

Erlis menjelaskan, harus dipahami bahwa pembangunan tidak akan berjalan jika hanya ada kemauan dari pemerintah, sementara masyarakat tidak ada perhatian atau kepeduliannya.

“Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi. Harus ada subangsi dari masyarakat ganti rugi lahan dan pagar menyusul. Jika kita ngotot ngototan maka masalahnya tidak akan selesai,” tutupnya.

Salah seorang warga Lalodati, yang juga Mantan RT 08 Waode Siti Kemaskot mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan DPRD dan dinas terkait karena ini sudah sangat meresahkan.

“Kita tunggu saja, jika satu minggu tidak diselesaikan maka kami bersama warga lainnya membongkar paksa untuk dibuatkan pelebaran drainase,” tutupnya.

Sebelumnya, belasan rumah warga RT 08 Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari terendam banjir akibat pada Kamis 28 Januari 2021.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...