Dinkes Keluarkan Surat Edaran Biaya Pemeriksaan Swab di Kota Kendari

82
Pemkot mengeluarkan surat edaran batasan tarif tes rapid antigen dan PCR. (Haerun)

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Kesehatan mengeluarkan surat edaran Nomor : 800/578/II/Yankes/2021 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi RT-PCR Rapid Antigen.

Surat tersebut ditandatangani langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum P, yang ditujukan langsung kepada Direktur Rumah Sakit, Kepala atau Penanggung jawab Klinik se Kota Kendari. Surat tersebut dikeluarkan di Kendari 4 Februari 2021.

- Advertisement -

Kemudian, surat tersebut tembusan, kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam surat tersebut berbunyi, berdassrkan surat edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/1/3713/2020 tentang batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR 02.02/1/2875/2020 tentang batasan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Antibodi HK.02/02/1/4611/2020 tentang batasan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Tes Antigen Swab, maka dengan ini disampaikan kepada Fanyaskes yang memberikan pelayanan pemeriksaan tersebut untuk mengikuti batasan tarif maksimal dengan memperhatikan hal-hal tersebut.

Batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR sebesar Rp900.000 ribu, Rapid tes Antibodi Rp150.000 ribu dan Rapid tes Antigen Swab Rp275.000 ribu.

Besaran tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada angka satu tidak berlaku bagi Fayaskes yang mendapatkan hibah atau bantuan alat Reagen APBD BHP dari pemerintah.

Besaran tarif tertinggi sebagaimana dimaksud angka satu berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan atas permintaan sendiri.

Dikonfirmsi kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Rahminingrum membenarkan adanya surat edaran terkait batasan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test Antibodi RT-PCR Rapid Antigen.

“Iya betul dari Dinas Kesehatan. Tiga harga pemeriksaan Rapid Test Antibodi, RT-PCR, dan Rapid Antigen itu sudah tertera dalam surat saya,” kata, Rahminingrum saat ditemui di salah satu Hotel di Kendari, Rabu 9 Februari 2021.

Rahminingrum menjelaskan, alasan mengeluarkan surat edaran karena
banyak fasilitas kesehatan di Kota Kendari baik rumah sakit dan klinik yang melakukan pemeriksaan Rapid Antibodi, Rapid Antigen maupun HT-PCR tidak boleh menarik tarif di atas harga tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Harus diatur ini. Mereka tidak boleh menarik pembiayaan atau tarif di atas harga tertinggi yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah. Harga ini berdasarkan tarif nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...