Proyek Bentangan Pipa Air Bersih Diduga Tidak Prosedural

90
Poros jalan raya perempatan SMPN 1 Wawonii menuju pelabuhan Wawonia yang diduga tidak dilalui bentangan pipa air bersih.

Konkep, Inilahsultra.com – Proyek pengerjaan pembangunan bentangan pipa air bersih di Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) diduga tidak sesuai prosedur pengerjaannya.

Proyek yang dikerjakan pada tahun 2020 ini diduga menelan anggaran kurang lebih 2.1 miliar rupiah, namun tidak sesuai volume atau tidak prosedural.

- Advertisement -

Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan bentangan pipa baru ini akan menyasar 4 desa dan 1 kelurahan di Wawonii Barat.

Desa Langkowala, Desa Langara Indah, Desa Langara Bajo, Desa Langara Tanjung Batu dan Kelurahan Langara Laut.

Hal tersebut disampaikan oleh BI, Warga Kelurahan Langara Laut, disampaikannya bahwa terkait proyek yang tidak sesuai volume itu diketahui dengan berbedanya gambar yang dipresentasikan oleh pihak Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama pihak Kontraktor kepada empat desa dan satu kelurahan.

“Kalau hitungan keseluruhan itu kurang 415 meter dari perempatan kali SMP 1 Langara ke pelabuhan wawonia. Kalau dari pertigaan warung jawa ke pelabuhan, sekitar 165 meter,” kata BI kepada awak media, Kamis, 11 Februari 2021.

Diketahuinya bahwa pipa yang harusnya terpasang sepanjang jalan poros SMP 1 Langara menuju pelabuhan Wawonia itu berukuran 4 inci. Ukuran tersebut berdasarkan gambar yang dipresentasikan kepada Desa dan Kelurahan.

“Begitu saya lihat dari peta awalnya ini, saya telusuri ini garis merah dan garis birunya, saya dikasih keterangan bahwa yang biru ini 4 inci dan garis merah ini 2 inci. Makanya saya tau, karna hanya dua jenis pipa ini, 2 sama 4. Kalau dilihat keseluruhan ini cocok, hanya yang tidak ada ini poros jalan raya, yang betul-betul hilang,” jelasnya.

“Karna jelas gambarnya ini, untuk garis biru itu pipa 4 inci,” tambahnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa dalam pembangunan air bersih ini masih terdapat kesalahan dari cara penanaman pipa. Yang dimana dari hasil penelusuran, masih terdapat pipa yang bermunculan dipermukaan tanah.

“Dari galian saja itu, nda ada galian yang 20 cm, paling dibawa itu 40 atau 50 cm. Sebelum bentangan juga itu, ada bantalan pasir uruknya. Setelah itu baru bentangan pipa, setelah itu hamparan pasir. Habis itu baru tanah timbunan, ini antisipasi beban berat yang akan melaluinya,” katanya.

Ia juga menyarankan, agar proyek ini tidak tidak menyimpang, maka harus direalisasikan sesuai petunjuk teknis pelaksanaan.

Saat dikonfirmasi terpisah terkait realisasi pembangunan bentang jaringan pipa tersebut, Kontraktor pelaksana Muh. Said belum terkonfirmasi. Sampai berita ini dirilis belum ada jawaban dari kontraktor penanggungjawab proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui, Perusahaan pelaksana kegiatan tersebut yakni CV. Milanda Jaya.

Reporter : Sadaruddin

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...