Saat Hado Hasina ‘Serang’ Wartawan karena Beritakan Pernyataan Kajati Sultra soal Covid

Hado Hasina.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Hado Hasina keberatan atas pemberitaan media terkait status dirinya terinfeksi virus corona.

Protes Hado Hasina atas pemberitaan itu diungkapkannya kepada wartawan usai mengikuti rapat di KSOP Kendari, Kamis 18 Februari 2021.

-Advertisement-

“Siapa yang bilang bahwa saya mencovidkan diri. Coba kalian tanya yang kodengar informasi ini dari mana, dan datanya dari mana,” kata Hado Hasina.

Mantan Pj Wali Kota Baubau ini mengaku, selama ini dirinya sehat-sehat, karena saat pengetesan Covid-19 tidak ada indikasi positif virus corona.

“Pengetesan saya selama ini tidak ada indikasi positif Covid-19. Kalian tanya saja rumah sakit Bahteramas sana kalau tidak percaya,” ujarnya.

Lanjut Hado, kalau memang dirinya terpapar Covid-19 berarti sudah tidak bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

“Kalau saya terbukti saya tidak akan sosialisasi sama orang, jangan selalu negatif thinking sama saya dan jangan ngarang yang tidak benar,” ujarnya.

Namun, Hado Hasina memilih meninggalkan sesi wawancara saat awak media mengatakan bahwa informasi positif covid dirinya disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, Kepala Kejati Sultra, Sarjono Turin mengatakan, dari proses penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan korupsi rekayasa lalu lintas di Kabupaten Wakatobi, Kejati telah melayangkan panggilan kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra, Hado Hasina untuk dimintai keterangan.

Hanya saja, Hado Hasina belum menghadiri panggilan Kejati karena ada surat keterangan bahwa Hado terpapar Covid-19.

“Belum kami mintai keterangannya untuk Kadis Perhubungan Hado Hasina, dikarenakan yang bersangkutan telah menyerahkan surat keterangan sakit terpapar Covid-19,” kata Sarjono Turin belum lama ini.

Orang nomor satu di Adhyaksa Sultra mengatakan, untuk memanggil Kadis Perhubungan Sultra, penyidik akan menunggu setelah masa pemulihan isolasi selama 14 hari. Kemudian ada tahap pemulihan selama satu minggu untuk dapat dilakukan pemanggilan.

“Kita tunggu kalau sudah masa karantina dan isolasi selesai, maka penyidik akan melayangkan kembali surat panggilan kepada kepala dinas untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Dikonfirmasi kepada Juru Bicara Satgas Covid-19 Sultra, La Ode Rabiul Awal mengaku belum mengetahui kalau ada pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Sultra yang terpapar Covid-19, karena data yang dipublikasi setiap hari tidak ada atas nama Hado Hasina.

“Kami tidak tahu kalau Kadis Perhubungan Sultra Hado Hasina terpapar Covid-19. Dari release yang kami sampaikan tidak terdapat nama itu,” kata La Ode Rabiul Awal saat dikonfirmasi melalui via selulernya belum lama ini.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum menetapkan tersangka atas kasus rekayasa lalu lintas di Kabupaten Wakatobi pada tahun 2017 silam. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, minus Kepala Dinas Perhubungan Sultra Hado Hasina.

Penulis : Haerun

Facebook Comments