Kejati Minta Pemilik IUP di Sultra Menyampaikan Laporan Dana Progam PPM

Rabu, 10 Maret 2021, PT Akar Mas International (AMI) dengan itikad baik dan kemauan sendiri telah menitipkan dana program PPM RKAB Tahun 2020 Rp. 1,7 miliar kepada penyelidik Kejati Sultra. (Onno)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau kepada seluruh pemilik IUP di Sultra agar menyampaikan laporan pelaksanaan dana program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) kepada pihak penyelidik Kejati Sultra untuk diteliti kebenarannya.

Hal itu dikatakan, Kepala Kejati Sultra, Sarjono Turin. Kata dia, seluruh pemilik IUP di wilayah hukum Sultra untuk secara sukarela sebagai wujud tanggung jawab kepada negara dalam rangka pemulihan ekonomi nasional untuk menyampaikan laporan pelaksanaan dana program PPM kepada pihak penyelidik Kejati Sultra.

“Penyampaian laporan dana program PPM untuk diteliti kebenarannya, jika ditemukan adanya pemalsuan data maka akan ditindak berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap
Sarjono Turin, Rabu, 10 Maret 2021.

Orang nomor satu di Kejati Sultra ini menjelaskan, pembentukan Satgas pengamanan investasi berdasarkan keputusan Jaksa Agung RI Nomor 20 tahun 2020, sebagai tindak lanjut MoU dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2019. Dengan
membuka ruang pengaduan dan Optimalisast Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Dalam keputusan itu, terkait penerimaan pengaduan dan laporan terkait hambatan proses investasi berupa keterlambatan proses Investasi yang berjalan, adanya pungutan liar, atau hambatan lainnya untuk nantinya ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Tinggi berdasarkan jenis keluhan yang disampaikan.

“Berdasarkan arah kebijakan penegakan hukum tersebut, Kejati Sultra awal tahun 2021 telah menerima adanya pengaduan mengenai persoalan investasi di bidang pertambangan di Sultra,” jelas Kajati.

Sehingga, sambung Sarjono, terhadap kondisi tersebut telah dilakukan langkah intelijen penegakan hukum yang berorientasi pada pemulihan ekonomi nasional dengan menerbitkan Surat Perintah Operasi Intelijen Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Nomor: SP.OPS -05/P.3/Dek.1/01/2021 Tanggal 25 Januari 2021 dan telah diperpanjang berdasarkan Surat Perintah Operasi Intelijen Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara di Kendari Nomor : SP.OPS-15/?.3./Dek.1/01/2021 Tanggal 09 Maret 2021;

“Tim Penyelidik saat ini tengah melakukan proses pengumpulan data dan bahan keterangan terkait kegiatan penambangan ore nikel di wilayah Pomalaa Kabupaten Kolaka,” bebernya.

Dari proses penyelidikan tersebut, ditemukan adanya kelalaian dari pihak pemegang IUP dalam merealisasikan program PPM yang nilai sudah ditentukan dalam dokumen RKAB untuk Tahun 2019 dan RKAB Tahun 2020.

“Menindaklanjuti dari temuan tersebut, PT. Putra Mekongga Sejahtera (PMS) dengan itikad baik dan kemauan sendiri, Rabu, 24 Februari 2021 telah menitipkan dana program PPM kepada penyelidik Kejati Sultra sebesar Rp1,555 miliar,” ujarnya.

Uang tersebut, sambung Sarjono, dihitung oleh pihak PT Bank BRI Cabang Kendari Samratulangi dan disimpan pada rekening titipan Kejati Sultra pada Bank BRI.

Kemudian, Rabu, 10 Maret 2021, PT Akar Mas International (AMI) dengan itikad baik dan kemauan sendiri telah menitipkan dana program PPM RKAB Tahun 2020 Rp1,7 miliar kepada penyelidik Kejati Sultra untuk selanjutnya dihitung oleh pihak PT. Bank BRI Cabang Kendari Samratulangi dan disimpan ke rekening titipan Kejati Sultra pada Bank BRI.

“Dana yang dititipkan, saat ini jumlahnya sudah mencapai Rp3,255 miliar, berdasarkan peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : PER037/A/).A/09/2011 akan diserahkan ke instansi yang berwenang atau pihak Pemerintah Daerah setempat,” tuturnya lagi.

Masih kata Sarjono, adapun penanganan kasus potensi kerugian keuangan negara yang jumlahnya mencapai Rp151 miliar, saat ini dari penyelidik bidang intelijen Kejati Sultra sudah di serahkan ke bidang tindak pidana khusus untuk dilakukan proses penindakan selanjutnya.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry