Curhat Pedagang di Kawasan PT VDNI Merugi Saat Demo

138
Demonstrasi salah satu Ormas di Pabrik PT. Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI) membuat masyarakat Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe trauma dengan keributan yang terjadi, Senin 5 April 2021.

Kendari, Inilahsultra.com – Demonstrasi salah satu Ormas di Pabrik PT. Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI) membuat masyarakat Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe trauma dengan keributan yang terjadi, Senin 5 April 2021.

Selain trauma, ternyata dengan aksi demo tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan berdampak pada pedagang yang berjualan di sekitar pabrik.

- Advertisement -

Salah satu pedagang di Desa Purui, Kecamatan Morosi, Murdin yang memiliki kios sembako di dekat Pabrik PT VDNI, berharap kebesaran hati para Ormas yang akan melakukan aksi agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kalau Demo baru ribut terus, kita ini kesihan pedagang mau makan apa. Kami bergantungkan hidup dijualan kami ini dan kalau ada keributan akibat demo mau tidak mau pasti kita akan tutup kios. Kalau kita tutup kios otomatis penghasilan kita tidak ada dan keluarga kami mau makan apa,” kata Murdin.

Salah satu pedagang Nasi Kuning
yang berjualan dengan menggunakan sebuah meja ini mengaku merugi ratusan ribu, karena pada hari biasanya nasi kuning terjual hingga puluhan bungkus kini hanya laku sekitar lima bungkus saja, akibat aksi demo yang berujung bentrok tersebut.

“Tidak laku mi nasi kuningku, karena yang mau beli saja takut. Saya terpaksa bawa pulang semua itu jualanku di rumah untuk dimakan saja. Kami masyarakat kecil hanya berharap pendapatan dari jualan nasi kuning saja, tapi kalau bigini kita hanya bisa bersabar dan meminta perhatian dari polisi supaya jangan mi ada lagi ribu-ribut kesihan,” harapnya.

Salah satu pedagang lain yang berjualan tidak jauh dari pabrik PT VDNI, Andi terpaksa tidak membuka lapaknya karena takut dengan aksi demonstrasi yang mulai memanas dan terpaksa tidak dapat mencari nafkah untuk keluarganya akibat insiden tersebut.

“Pas ribut-ribut tadi saya dan beberapa teman harus tutup kios, yah terpaksa tidak jualan dulu. Kita berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali kedepannya,” kata Andi.

Andi berharap, pemerintah dan aparat kemanan bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat, karena dengan adanya aksi yang terjadi kemarin, Senin 5 April 2021 itu sangat merugikan masyarakat khususnya para masyarakat yang menyambungkan hidupnya sebagai pedagang kecil di sekitar perusahaan.

“Kalau ada seperti ini kami mau bilang apa lagi, Kami pedagang kecil hanya bisa bersabar dan keterbukaan hati pemerintah dan kepolisian agar kegiatan ini tak terulang. Bila ini terus terjadi kami tidak bisa mencari nafkah lagi karena hidup kami tergantung dari usaha kami berjualan di sekitar pabrik PT.VDNI,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...