SMPN 10 Kendari Gelar Ujian Sekolah Tatap Muka

Proses ujian sekolah tatap muka SMPN 10 Kendari.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Kendari melaksanakan ujian sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19, Selasa 6 April 2021. Ujian ini menerapkan protokol kesehatan.

Kepala SMP Negeri 10 Kendari Waode Nurhafiah mengungkapkan, proses pelaksanaan ujian sekolah tatap muka berbeda dengan ujian tahun sebelumnya.

-Advertisement-

“Jadi karena kita melaksanakan ujian disituasi pandemi, maka persiapannya kita double. Dalam artian bahwa protokol kesehatan yang harus kita persiapkan mulai dari depan pintu gerbang sekolah dijaga dengan tim Covid sekolah dan juga kita telah menyediakan alat pengukur suhu, bahkan sebelum masuk siswa terlebih dahulu mencuci tangan menggunakan handsanitizer dan menggunakan masker,” katanya.

Sebelum masuk di dalam lingkungan sekolah, lanjut dia, siswa ataupun guru dan petugas lainnya akan dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Siswa, guru atau Satpam bahkan tamu dari luar yang masuk di lingkungan SMP 10 ini, sebelum masuk mereka disemprot menggunakan cairan disinfektan dan tempatnya ada dua, ada bilik untuk laki-laki, dan juga ada bilik untuk perempuan,” tuturnya.

Kemudian didalam satu kelas, lanjut dia, peserta ujian dibagi menjadi dua. Hal ini dilakukan oleh pihak sekolah untuk menghindari kerumunan pada saat ujian tatap muka berlangsung.

“Ruangan kita bagi dua, yang selama ini 28 atau 30 satu ruangan kita bagi dua. Jadi untuk kelas sembilan untuk tahun ini enam kelas, kita jadikan menjadi 12 kelas. Jadi satu kelas itu ada yang 13, 14, dan 15 orang. Intinya dalam satu kelas jumlahnya tidak ada yang lebih dari 15 orang siswa,” paparnya.

Disamping itu, pihaknya juga mengarahkan para siswa agar membawa bekal. Sehingga ketika jam istrahat, para siswa tidak meninggalkan kelas, tetap berada di dalam kelas dan istrahat. Selain itu para siswa juga bisa menikmati bekal yang disiapkan dari rumah.

“Jam pertama masuk itu, dari jam 07.30 hingga jam 09.00. Kemudian istrahat setengah jam. Tapi tidak istrahat, anak-anak disuruh makan di dalam kelas ditemani oleh gurunya. Gurunya pun ketika istrahat makanan dibawakan di tempat mengawas. Tidak boleh ada yang keluar karena jangan sampai siswa juga ikut keluar,” jelasnya.

Kemudian, untuk menghindari kerumunan saat pulang dari ujian sekolah, lanjut dia, pihak sekolah menggunakan metode sesuai bilik ruangan kelas para siswa.

“Berakhirnya itu jam 11, jadi untuk pulangnya diumumkan berdasarkan biliknya. Misalkan bilik satu yang keluar, kemudian menjelang 15 menit kemudian, baru bilik berikutnya sampai bilik ke 12. Jadi ini dilakukan untuk mengurai kerumunan,” tandasnya.

Reporter: Iqra Yudha

Facebook Comments