Larangan Mudik, UPP Baubau Akan Surati Perusahaan Pelayaran

383
Kasi Lala dan Pelayanan Jasa UPP Baubau Patrick Pardede.
Bacakan

Baubau, Inilahsultra.com – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 RI telah mengeluarkan surat edaran tentang peniadaan mudik lebaran dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan.

-Advertisements-

Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Baubau akan bersurat kepada perusahaan pelayaran yang beroperasi mengangkut penumpang untuk membatasi atau melarang kapal-kapal penumpang.

Kasi Lala dan Pelayanan Jasa UPP Baubau Patrick Pardede menuturkan, mudik diartikan sebagai kegiatan perjalanan pulang ke kampung halaman selama bulan Ramadan dan lebaran Idulfitri.

“Peniadaan mudik ini dimulai sejak 6 hingga 17 Mei 2021. Nantinya kapal dihentikan beroperasi atau berlayar,” tutur Patrick di ruang kerjanya, Senin 12 April 2021.

Kendati begitu, masih berdasarkan surat edaran Satgas Covid-19, larangan pengoperasian kapal untuk penumpang pada tanggal yang telah ditetapkan dikecualikan untuk kegiatan tertentu.

“Ada pengecualian diantaranya, repatriasi pekerja migran misalnya ada TKA yang bekerja di wilayah kita, jadi kapal penumpang yang melayani pemulangan tenaga kerja. Kemudian repatriasi ABK, jadi untuk awak kapal mereka juga dikecualikan,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Patrick, pengecualian lainnya seperti kapal perintis daerah tertinggal karena membawa bahan logistik.

Selain itu, kapal pelayaran terbatas artinya kapal penumpang yang melayani satu kecamatan, kabupaten atau provinsi dengan ketentuan persyaratan dilakukan antar pulau yang masih dalam wilayah satu provinsi.

“Kemudian kapal yang melayani TNI/Polri, petugas medis dan ASN seperti perjalanan dinas, itu boleh asalkan dibuktikan dengan surat keterangan keluar masuk termasuk surat dari kepala kantor atau pimpinan,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...