Pemda Mubar Gagas Penyeberangan Fery Tondasi-Torobulu

315
Kepala Dinas Perhubungan Mubar, La Ode Ali Hanafi.
Bacakan

Laworo, Inilahsultra.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) kini mulai menggagas kembali untuk penyeberangan Fery Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Tondasi-Torobulu, Konawe Selatan.

-Advertisements-

Meskipun sebelumnya sempat beroperasi, penyeberangan Fery ASDP Tampo, Kabupaten Muna – Torobulu yang dialihkan ke Tondasi itu, juga menjadi perhatian Pemda Mubar saat ini.

Untuk itu Pemda Mubar akan kembali membicarakan persoalan itu dengan pihak PT ASDP cabang Baubau untuk melakukan perhitungan terkait dengan biaya operasionalnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mubar, La Ode Ali Hanafi mengatakan, untuk Penyeberangan Fery ASDP Tondasi – Torobulu itu sekarang masih akan melakukan perhitungan, berapa biaya untuk operasionalnya ke depan nanti.

“Sekarang ini kita mencoba melakukan perhitungan. Karena sebagai daerah baru itu kita memulai bagaimana kita rangsang biaya operasional itu, subsidi dulu lewat daerah sementara waktu,” Kata Hanafi saat ditemui di kantornya Kamis, 15 april 2021.

Lanjut Hanafi, seperti halnya dulu, meskipun terputus, penyeberangan Bira, Sikeli, Kasipute dan Tondasi, KM. Bontohoru sempat beroperasi selama 15 bulan. Hal itu juga karena terobosan Pemda Mubar hingga membangun kerja sama yang baik yang awalnya di subsidi melalu APBD.

Kendati demikian, pelayanan jasa di jalur perintis transportasi laut tersebut, April 2021 ini, KMP Bontohoru kembali beroperasi lagi tetapi hanya melayani sampai Kasipute Bombana saja.

Semua itu awalnya kerena ada kesepakatan yang dibangun dengan pihak – pihak tertentu sehingga Pemda Mubar memberikan subsidi untuk semua biaya operasional dengan kesepakatan yang ada.

Tetapi sekarang, untuk operasinya kembali KMP Bontohoru rute Kasipute Bombana itu bukan lagi dianggarkan melalui APBD Pemda Mubar, tetapi sudah melalui APBN yang ditangani langsung pemerintah pusat.

“Dulu penyeberangan Bira, Sikeli, Kasipute, Tondasi berjalan hanya 15 bulan setelah itu diambil oleh APBN. Jadi kayak Tondasi – Kasipute itu sudah bukan lagi subsidi pemerintah daerah, itu sudah ditangani pemerintah pusat,” katanya.

Melihat hal itu, untuk penyebrangan Tondasi – Torobulu, kata dia, harus memulai kedekatan awal dengan pihak-pihak terkait.

Menurutnya, langka pertama Pemda Mubar harus melakukan subsidi melalui APBD yang ada.

“Untuk memulai juga percepatan Tondasi- Torobulu itu juga kita harus menggunakan pendekatan awal itu. Kalau kita menunggu subsidi pusat, berarti harus menunggu tahun 2022 baru bisa beroperasi. Tapi kalau menunggu percepatan sambil membangun komunikasi dengan pusat, itu harus awali dengan subsidi APBD,” jelasnya.

Untuk Kapal PT ASDP saat ini, kata dia, sudah siap. Tetapi sebelum melakukan operasi, Pemda Mubar akan melakukan perhitungan yang matang.

“Tapi itu kan harus dilakukan perhitungan, seberapa besar yang harus digunakan biaya operasionalnya. Kapalnya sudah ada, dari pada kosong untuk sementara sedang melayani penyeberangan Torobulu – Tampo,” pungkasnya.

Reporter : Muh Nur Alim

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
-Advertisements-
loading...