Dugaan Penyelewengan Anggaran Kas Bank Sultra Tahap Penyidikan, Tersangka Belum Ada

192
Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan. (Onno/Inilahsultra)

Kendari, Inilahsultra.com – Kasus dugaan penyelewengan anggaran operasional Bank Sultra Cabang Konawe Kepulauan (Konkep) naik ke tahap penyidikan, setelah Ditreskrimsus Polda Sultra gelar perkara, Jumat, 16 April 2021.

Penyelidikan kasus ini dimulai sejak Maret 2021. Penyidik telah memeriksa saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

- Advertisement -

Kasus dugaan penyelewengan dilaporkan mencapai Rp 9,5 miliar terjadi sejak 2018 hingga 2020.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, modus kasus tersebut dengan menggunakan slip setoran palsu. Dananya mengalir ke pihak ketiga yakni perusahaan investasi, istri eks pejabat (Bank Sultra) dan kepala desa (Kades).

“Kita sudah gelar Jum’at pekan lalu, kasusnya sudah naik ketahap penyidikan. Tersangkanya belum ada,” kata Ferry Walintukan, Rabu, 21 April 2021.

Kata Ferry, kerugian masih sesuai laporan Rp 9,6 miliar. Penyidik telah memeriksa saksi-saksi mulai dari pejabat lingkup Bank Sultra Cabang Konkep dan beberapa Kades di Kabupaten Konkep.

Sebelumnya, pihak Bank Sultra mengeluarkan rilis soal penyelewengan dana kas operasional tersebut.

Kasus ini terbongkar setelah Abdul Latif didefinitifkan menjadi Direktur Utama di Bank Sultra, Jumat, 26 Maret 2021 lalu.

Dugaan tindak pidana fraud diduga dilakukan Kepala Cabang Pembantu Bank Sultra disalah satu kabupaten pemekaran berinisial IJP. Pihak Direksi Bank Sultra, kemudian melakukan tindakan penggantian pimpinan kantor dan menarik IJP di kantor pusat untuk investigasi mendalam.

Direktur Utama Bank Sultra Abdul Latif kemudian memberikan kuasa kepada salah satu stafnya, untuk melaporkan kasus ini di Ditreskrimsus Polda Sultra.

Dana yang diduga disalahgunakan IJP, merupakan uang operasional kantor, bukan uang nasabah.

Reporter : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...