Dilarang Jualan di Kapal, Penghasilan Pedagang Asongan di Pelabuhan Murhum Menurun

Rapat koordinasi penertiban pedagang asongan di Pelabuhan Murhum bersama instansi terkait dengan stakeholder di Kantor KUPP Baubau. (Sumber foto: Humas KUPP).
Bacakan

Baubau, Inilahsultra.com – Ratusan pedagang asongan yang ada di Pelabuhan Murhum Kota Baubau kini mulai mengeluh.

Bagaimana tidak, pasca adanya larangan berjualan di kapal akibat pandemi Covid-19, penghasilan 120 pedagang asongan yang menggantungkan hidup di pelabuhan ini menurun drastis bahkan tidak ada.

-Advertisement-

Ketua Asosiasi Forum Komunikasi Pedagang Asongan Kota Baubau Syarifuddin menuturkan, kebijakan larangan menjual di kapal ini sudah berlangsung selama satu tahun pasca Covid-19 mulai melanda Indonesia.

“Dalam kurun waktu satu tahun itu penghasilan menurun drastis karena penghasilan yang paling diandalkan itu di dalam kapal,” tuturnya usai mengikuti rapat di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Baubau, Rabu 28 April 2021.

Kendati begitu, para pedagang asongan ini bisa bernapas lega kembali karena KUPP Baubau mengeluarkan kebijakan sementara untuk memberikan ruang berjualan di pintu masuk dan keluar dermaga.

“Kami apresiasi langkah KUPP meskipun kami juga mengharapkan kebijakan agar diperbolehkan kembali berjualan di kapal. Tapi kebijakan itu menunggu hasil pertemuan di kantor DPRD bersama Pemkot dengan pihak-pihak terkait, termasuk kebijakan bisa berjualan di dalam kapal Pelni,” ujarnya.

Sementara itu Kepala KUPP Baubau Capt Dahlan mengatakan, kebijakan membolehkan pedagang asongan berjualan di pintu keluar tersebut hanya bersifat sementara.

Itu pun, kata dia, tidak semua pedagang menjajakan dagangannya di lokasi yang sudah ditentukan. Tetapi hanya 30 orang per satu kedatangan kapal dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Awalnya tidak dilarang jualan di kapal, tetapi karena pandemi Covid-19 maka ada aturan yang harus kita laksanakan. Dengan kebijakan sementara ini, pedagang asongan harus tetap mematuhi Prokes,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments