Penutupan Objek Wisata, Agung Darma : Pemda Mubar Lebai

737
Wakil ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mubar, Agung Darma.

Laworo, Inilahsultra.com – Penutupan destinasi wisata di Kabupaten Muna Barat (Mubar), mulai dari tanggal 13-16 Mei 2021 kemarin sangat disayangkan oleh sejumlah kalangan.

Salah satunya datang dari Wakil ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mubar, Agung Darma. Ia menyoroti kebijakan pemerintah daerah atas penutupan sejumlah tempat wisata.

- Advertisement -

Menurut Agung, kebijakan penutupan wisata itu sangat merugikan masyarakat setempat. Harusnya, kata Agung, pemerintah lebih fokus kepada pencegahan Covid-19 dengan mensosialisasikan Prokes. Seperti memantau penggunaan masker dan yang lainnya.

Selain itu, Politisi Partai Demokrat itu menilai, penutupan objek wisata di Mubar berdampak besar pada pendapatan aset daerah (PAD) setempat. Setidaknya untuk masyarakat lokal bisa untuk berkunjung, karena berbicara kasus virus korona (Covid-19) di Mubar adalah masuk zona hijau.

“Menyikapi penutupan destinasi wisata di Muna Barat, saya menganggap itu sangat lebai,” kata Agung Darma kepada Inilahsultra.com, Minggu, 16 Mei 2021.

Seharusnya, sambung dia di momen Idul Fitri ini seluruh destinasi wisata melalui Dinas Pariwisata melakukan langkah-langkah untuk mendatangkan wisatawan dan sekurang-kurangnya adalah wisatawan lokal yang diajak untuk berkunjung.

“Nah, daerah kita Mubar kan sementara zona hijau, harusnya dibebaskan seluruh warga Mubar untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di sini,” ujarnya.

Penyebaran Covid-19 itu akan lebih berbahaya jika warga yang ada di Mubar melakukan kunjungan wisata ke daerah tetangga seperti Muna ataupun Buton Tengah. Apalagi tidak mengetahui kondisi daerah-daerah yang dikunjungi warga, apakah zona hijau atau merah.

Disisi lain, kata Agung, terkait dengan dibukanya wisata itu harusnya ekonomi akan berputar di daerah sendiri dan mengingat juga kondisi PAD yang sangat rendah.

“Saya sangat menyayangkan keputusan Bupati Muna Barat menutup tempat-tempat yang harusnya para pedagang kaki lima mendapatkan kesempatan untuk meraup keuntungan ditempat wisata yang ada,” sesalnya.

Agung mengungkapkan, program tahun 2021 ini melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mubar sudah dianggarkan ratusan juta beberapa item kegiatan.

Dimulai dari pengelolaan daya tarik wisata, pengelolaan kawasan strategis wisata sampai dengan program pemasaran wisata dari dalam maupun dari luar negeri.

Dengan anggaran itu, tambah dia Pemda Mubar harus lebih berpikir pengelolaanya dan bagaimana pemasaran wisata yang ada di Mubar.

“Sangat disayangkan di momen ini Pemda Mubar menutup seluruh destinasi wisata,” pungkasnya.

Reporter : Muh Nur Alim

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...