Pemkab Busel Canangkan Kawasan Anti Konflik

138
Kepala Badan Kesbangpol Busel, La Ode Firman Hamza.

Batauga, Inilahsultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) saat ini tengah berupaya menjadikan daerahnya menjadi Kawasan Anti Konflik (Kawan Klik).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Busel La Ode Firman Hamza menuturkan, tujuan dari pencanangan kawasan anti konflik ini untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif di lingkungan tempat tinggal masyarakat khususnya yang sering terjadi konflik sosial.

- Advertisement -

“Sebagaimana yang terjadi saat ini masih banyak konflik yang belum terselesaikan, terutama konflik tapal batas wilayah desa/kecamatan. Hal tersebut bila dibiarkan berlarut-larut akan berpotensi menjadi konflik sosial dalam skala besar,” tutur Firman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 18 Mei 2021.

Olehnya itu, kata dia, terlebih dulu akan dibentuk kelompok masyarakat anti konflik yang terdiri dari OPD terkait, Forkopimda/Forkopimcam, FKUB, lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat (parabela), tokoh pemuda, organisasi masyarakat, dan organisasi pemuda.

“Kelompok masyarakat anti konflik akan berperan dalam mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, melakukan deteksi dini potensi konflik, dan menginisiasi pelaksanaan musyawarah di baruga adat untuk penyelesaian suatu konflik yang terjadi,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, lanjut Firman, daerah yang menjadi kawasan anti konflik pertama di Busel yakni di Pulau Siompu tepatnya Kecamatan Siompu dan Kecamatan Siompu Barat (Siobar).

“Nantinya akan menjadi kecamatan percontohan kawasan anti konflik yang kemudian akan diikuti oleh seluruh kecamatan-kecamatan yang tersebar di Busel,” lanjutnya.

Mantan Kepala BKPSDM Busel ini menjelaskan, sejauh ini sudah ada beberapa konflik yang terjadi di beberapa daerah di Busel. Mulai dari, konflik tapal batas, konflik kriminalitas (pembunuhan dan chaos), konflik sosial (antar desa/kecamatan) dan konflik sosial (akibat pemerkosaan).

“Makanya ada pencanangan kawasan anti konflik ini untuk mewujudkan Busel bebas konflik sosial serta berkurangnya angka gangguan kamtibmas dan tindak kriminalitas,” jelasnya.

Firman menambahkan, ada beberapa manfaat jika pencanangan kawasan anti konflik ini berjalan sukses. Diantaranya, penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan berjalan dengan lancar, potensi konflik dapat dicegah agar tidak meluas serta
deteksi dini pencegahan konflik dapat dilakukan secara cepat, efektif dan efisien.

“Manfaat lainnya bagi masyarakat itu yakni terciptanya rasa aman, nyaman, tenteram dan damai dalam kehidupan sosial masyarakat, tumbuhnya rasa persatuan dan kesatuan serta kekeluargaan yang erat antar masyarakat, dan menurunnya angka gangguan kamtibmas,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...