Dikabarkan, Salah Seorang Guru SD di Mubar Meninggal Dunia Usai Divaksin

Gambar ilustrasi. (Sumber Foto: Kompas Regional)
Bacakan

Laworo, Inilahsultra.com – Salah seorang guru honorer perempuan berinisial WN di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Kusambi dikabarkan meninggal dunia usai melakukan vaksin Vinovac.

Kabarnya guru honorer WN itu meninggal pagi ini, belum diketahui pasti apa penyebab kematiannya. Tetapi kabar yang beredar beberapa waktu lalu, tenaga honorer itu kondisi fisiknya baik-baik saja sebelum melakukan vaksinasi di SDN 1 Kusambi.

-Advertisement-

Kabar meninggalnya guru honorer itu dibenarkan Kepala Sekolah SDN 1 Kusambi, La Ita.

“Iya. Kita vaksin Selasa lalu. Yang lolos framing sebagian divaksin,” Kata La Ita Saat dihubungi melalui telpon pribadinya, Minggu 23 mei 2021.

Pada Selasa, 19 Mei 2021 lalu, memang SDN 1 Kusambi itu mendapat giliran untuk melakukan vaksinasi terhadap guru PNS ataupun kepada tenaga honorer. Namun, saat itu tidak semua melakukan vaksinasi.

Kata dia, semua yang akan melakukan vaksinasi itu sebelumnya melakukan framing terhadap dokter yang ada di Puskesmas Sidamangura, Kecamatan Kusambi. Termasuk salah seorang tenaga honorer WN yang meninggal, sebelum melakukan vaksin.

“Semua itu di framing di dokter. Tergantung jawaban masing-masing person. Saya tidak tau juga apa yang mereka jawab, apakah di interview dulu atau diperiksa dulu darahnya sesuai dengan prosedurnya,” katanya.

Sebelum melakukan vaksin, kata La Ita, kondisi tenaga honorernya itu masih dalam keadaan sehat.

“Kalau masih dia pergi sehat, saya tidak tau juga kalau setelah itu. Kan hanya saya sampaikan kalau sehat pergi untuk diperiksa di dokter puskesmas setempat. Kalau dokter katakan tidak ada masalah yah silakan, kalau tidak yah jangan. Karena ada juga yang tidak di vaksin,” ujarnya.

Dirinya menyebut, untuk di SDN 1 Kusambi yang sudah melakukan vaksin itu sebanyak tujuh orang dan dilakukan secara bertahap, terhitung mulai tanggal 19 Mei sampai 23 Mei 2021 hari ini.

” Saat itu (tanggal 19 Mei 2022) saya duluan yang divaksin. Terus menyusul yang lain. Setelah saya divaksin, saya langsung ke dinas pendidikan ada rapat,” bebernya.

Satu hari setelah saat melakukan vaksinasi itu pihaknya juga memberikan imbauan, bahwa kalau ada yang merasa dengan kondisinya bermasalah atau ada keluhan, dirinya mengarahkan agar ke dokter untuk periksa.

“Jika ada keluhan setelah suntik itu, saya arahkan segera periksa ke dokter. Jangan simpan-simpan mungkin ada gejala tinggal disampaikan,” jelasnya.

Atas meninggalnya tenaga honornya itu, dirinya ikut berbelah sungkawa dan saat ini dirinya mengaku masih di rumah duka.

Sementara itu, awak media ini Saat mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Puskesmas Sidamangura, Kusambi, Suriana belum memberikan penjelasan.

Reporter : Muh Nur Alim

Facebook Comments