10 Kelurahan di Kota Kendari Memiliki Angka Stunting di Atas 10 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Tenaga Ahli Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menindaklanjuti hasil penetapan penurunan stunting, Kamis 27 Mei 2021.

Wali Kota Kendari Sulkarnain mengatakan, terdapat 10 kelurahan di Kota Kendari yang memiliki angka stunting diatas 10 persen. Sehingga hal itu menjadi perhatian Pemkot Kendari.

10 kelurahan tersebut yaitu, Kelurahan Tobimeita, Kelurahan Talia, Kelurahan Puday, Kelurahan Punggaloba, Kelurahan Poasia, Kelurahan Bungkutoko, Kelurahan Lepolepo, Kelurahan Sambuli, Kelurahan Purirano, dan Kelurahan Petoaha.

Sulkarnain berharap, OPD yang terkait dengan penanganan stunting agar dapat berkolaborasi. Sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup anak untuk mencegah meningkatnya angka stunting.

Tenaga Ahli Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri Lukman menuturkan, faktor utama untuk mencegah stunting yakni, nutrisi gizi, pola asuh, dan lingkungan yang sehat.

Lukman menjelaskan, stunting terjadi pada tumbuh kembang saat Balita, kekurangan gizi pada 1000 hari kehidupan atau saat janin itu ada. Sehingga akan berdampak jangka panjang.

“Sehingga dari 10 kabupaten kota di Sultra, Kota Kendari termasuk tercepat dan aktif dalam proses pembentukan gugus tugas penanganan stunting,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum mengungkapkan, sebagai kesiapan lokus stunting, Pemkot Kendari sudah menetapkan 15 kelurahan dengan angka stunting 5,5 persen.

“Jadi berdasarkan data 5,5 persen ini, kami belum bisa menetapkan apakah mengalami kenaikan atau penurunan karena nanti tahun 2022 Kota Kendari akan menjadi Lokus stunting,” ujarnya.

Reporter: Iqra Yudha

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry