Wanita di Kendari Jual Siswi SMP ke Pria Hidung Belang, Transaksi Open BO

159
Seorang wanita di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial DSN alias Leleng (25) jual siswi SMP sebut saja Bunga (nama samaran) kepada pria hidung belang.

Kendari, Inilahsultra.com – Seorang wanita di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial DSN alias Leleng (25) jual siswi SMP sebut saja Bunga (nama samaran) kepada pria hidung belang.

Korban yang masih berusia 15 tahun ini ditawarkan kepada pria hidung belang dengan cara open Booking Out (BO) online.

- Advertisement -

Kapolsek Mandonga AKP I Ketut Arya Wijanarka mengatakan, awalnya orang tua korban datang ke rumah teman anaknya inisial IC. Namun di sana hanya bertemu dengan ibu teman anaknya, ia menanyakan keberadaan anaknya.

“Di sana orang tua korban menanyakan anaknya namun tidak berada ditempat,” kata Arya menceritakan kronologis kejadian, Kamis, 3 Juni 2021.

Kemudian, ibu teman anak korban menghubungi pelaku (Leleng) menanyakan keberadaan korban. Pelaku menjawab bahwa korban berada di Hotel bersama dirinya.

“Lalu Ibu teman korban, menyampaikan kepada orang tua korban bahwa anaknya berada di hotel,” sambung Arya.

Mendengar kabar itu, orang tua korban langsung bergegas ke hotel yang dimaksud. Namun, sesampainya di sana, korban tidak berada di hotel tersebut.

“Orang tua korban kembali ke rumah teman anaknya, tenyata di rumah itu sudah ada korban dan pelaku. Orang tua korban tidak bisa menahan emosinya, langsung memarahi anaknya dan pelaku,” ucapnya.

Tak lama kemudian, korban menceritakan bahwa dirinya dijual oleh pelaku dengan cara open BO. Setelah mendengar itu, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mandonga.

“Setelah kami menerima laporan, anggota langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku,” ungkapnya.

Selain pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa hasil visum, petunjuk CCTV. Sementara 3 saksi sudah dimintai keterangan.

“Kejadiannya itu, Minggu 30 Mei 2021 sekira pukul 23.00 WITA, di Hotel dibilangan Kelurahan Kadia, Kota Kendari,” tuturnya.

Pelaku telah melakukan tindak pidana ekploitasi seksual terhadap anak dan atau melarikan perempuan yang belum dewasa sebagaimana di maksud dalam pasal 88 jo pasal 76I UU. RI No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU.RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak subsider pasal 332 Ayat (1) KUHP pasal 88 jo pasal 76 maksimal 10 Tahun penjara. pasal 332 Ayat (1) KUHP maksimal 7 tahun penjara.

Reporter : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...