DPRD Kendari Setuju Belajar Tatap Muka Ditunda

71
Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari L.M Rajab Jinik.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Rencana Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka akan dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Namun, pemerintah pusat menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama 14 hari mulai 22 Juni-5 Juli 2021.

-Advertisements-

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari Rajab Jinik mengatakan, aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat harus dipatuhi. Pasalnya, aturan tentang penanganan Covid-19 bersifat dari atas ke bawah. Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari harus menyesuaikan.

“Hanya itu tadi, SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kan kembali ke daerah. Tetapi dalam kondisi seperti ini kalau memang Covid-19 naik pasti kita akan menjadikan bahan pertimbangan dan kita evaluasi dulu di DPRD,” kata Rajab Jinik, Selasa 22 Juni 2021.

Kata dia, ujian sekolah tatap muka yang dibuka beberapa waktu lalu karena melihat kondisi Covid-19 di Kota Kendari nihil. Sehingga hal itu dijadikan pertimbangan DPRD Kota Kendari mendorong membuka sekolah sebagai bagian dari uji kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19.

“Tapi dengan banyak pertimbangan, sekarang nanti kita akan minta kembali testimoni dari Satgas Covid-19 Kota Kendari,” jelasnya.

Menurut dia, pertimbangan bersama antara Pemerintah Kota Kendari dan anggota DPRD karena status Covid-19 Kota Kendari masuk zona hijau sehingga menyetujui ujian tatap muka.

“Kemarin juga kan kita buka sekolah karena pertimbangan, karena ada zona merah, dan zona hijau. Kalau zona merah kita tidak akan mungkin berani mengambil resiko. Kita akan memberikan masukan terhadap pemerintah kota, jangan berani-berani untuk melakukan pembukaan sekolah di zona merah, artinya tidak ada yang bisa bertanggung jawab dengan kondisi Covid-19,” tuturnya.

Kata dia, jika belajar tatap muka di sekolah tidak memungkinkan maka hal tersebut tidak boleh dipaksakan. Apalagi ujian tatap muka beberapa waktu lalu sempat menuai pro kontra.

“Tapi dengan minusnya Covid-19 di Kota Kendari yang lalu, sudah tidak ada pro-kontra itu sehingga sekolah kita buka. Tapi kalau tidak memungkinkan maka tidak boleh dipaksakan,” pintanya.

Reporter: Iqra Yudha

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...