Dua Tersangka Pengedar Sabu Lintas Kendari-Kolaka Diamankan BNNP Sultra

1616
Kepala BNNP Sultra Brigjen Pol. Sabaruddin Ginting saat melakukan konfrensi pers penangkapan dua tersangka pengedar Sabu lintas Kendari-Kolaka, Jumat 25 Juni 2021.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan dua pengedar Sabu seberat 200 Gram.

-Advertisements-

Kepala BNNP Sultra Brigjen Pol. Sabaruddin Ginting mengatakan, penangkapan dua pengedar Sabu lintas Kendari-Kolaka menambah rasa keprihatinan. Pasalnya dua pekan sebelumnya BNNP Sultra berhasil menangkap dua pengedar.

Dua orang tersangka tersebut berhasil diamankan Rabu 23 Juni 2021, sekitar pukul 08.30 Wita. Mereka ditangkap di Jalan Pasar Baruga Nomor 12 Kelurahan Baruga Kecamatan Baruga Kota Kendari.

Kedua Tersangka yakni lelaki inisial AM Alias A berasal dari Kota Kendari dan lelaki inisial H Alias A, berasal dari Kabupaten Kolaka.

Penangkapan tersebut berhasil dilakukan atas informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi jenis Sabu di sekitaran Pasar Baruga. Sehingga BNNP Sultra melakukan pendalaman penyelidikan.

“Kemudian tepat pada hari Rabu tanggal 23 Juni 2021 sekitar pukul 08.30 Wita petugas berhasil mengamankan 2 (Dua) orang tersangka berinisial AM alias A dan tersangka berinisial H alias A dan saat itu tersangka kedapatan membawa, memiliki dan menguasai Narkotika Golongan I jenis Sabu denga berat 200 gram,” tutur Sabaruddin.

Setelah berhasil melakukan penangkapan, penyidik BNNP Sultra langsung membawa keduanya ke kantor BNNP Sultra beserta barang bukti untuk proses penyidikan.

Dalam menjalankan transaksi Sabu, kedua tersangka tidak bertemu. Hanya melakukan komunikasi dan menempel Sabi pada lokasi yang ditentukan. Sehingga pemesan tinggal mengambil barang haram tersebut.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tersangka AM alias A yakni, 4 bungkus plastik bening berisi kristal putih Sabu seberat 200 Gram, 1 unit Hp merk Iphone warna hitam, 1 buah kantong plastik warna biru, 1 buah pembungkus popok merk Cheries, 1 buah potongan isolasi warna hitam, dan 1 unit motor Merk Honda Scoopy warna hitam merah/ warna putih (Dico), 1 buah kunci motor merk Honda Scoopy.

Sedangkan barang bukti non Narkotika yang disita dari tersangka H alias A yakni, 1 unit Handphone merk VIVO 1817 warna hitam.

“Pasal yang disangkakan, Pasal 132 Ayat (1) Junto Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Junto Pasal 127 Ayat (1) Huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara. Dan pidana paling singkat 6 tahun,” ungkap Sabaruddin.

Reporter: Iqra Yudha

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
-Advertisements-
loading...