Rencana Kuliah Dalam Ruangan, UHO Perketat Prokes Untuk Mencegah Covid-19

196
Gedung Rektorat Universitas Halu Oleo
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berencana melaksanaka akan melaksanakan proses perkuliahan tatap muka dalam ruangan pada bulan Juli 2021 mendatang.

-Advertisements-

Rencana belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19 ini akan dibuka langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI).

Rektor UHO, Prof. Muhammad Zamrun Firihu mendukung langkah yang dilakukan oleh kementerian guna memperlancar proses perkuliahan tata muka di masa pandemi, tapi dengan memperhatikan segala sesuatu untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus terbesar di Sultra.

UHO siap melaksanakan perkuliahan tatap muka di bulan Juli mendatang. Namun tidak sampai 100 persen, yang jelas apapun kebijakan dari kementerian kami dukung dan kami siap untuk mensukseskan,” kata Prof. Muhammad Zamrun Firihu, Senin 28 Juni 2021.

Rektor UHO Muhammad Zamrun Firihu. (Int)

Rektor UHO terpilih untuk periode 2021-2025 ini menjelaskan, dalam melaksanakan perkuliahan tatap muka dalam ruangan nanti, pihak universitas akan menggunakan metode Blended Learning (Pembelajaran Campuran), yakni penggabungan kuliah tatap muka dan online.

Karena, lanjutnya, di masa pandemi saat ini jumlah mahasiswa dalam satu ruangan akan dibatasi dalam proses perkuliahan, dan tentunya jadwal perkuliahan akan digilir yakni kuliah tatap muka dan online. Jadi jam perkuliahan akan lebih banyak.

“Ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menghindari hal-hal yang kita tidak inginkan. Kita lebih baik mencegah ini virus dari pada mengobati, jadi kita minimalisir sebelum ada yang terpapar,” ucapnya.

Guru Besar bidang Ilmu Fisika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) ini menambahakan, semua dosen harus sudah divaksin dan prosentasinya sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebelum menjalankan proses perkuliahan.

“Dosen harus sudah divaksin sebelum menjalankan proses perkuliahan sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” ujarnya.

Salah satu ruang perkuliahan di Kampus UHO

Selain persiapan perkuliahan, Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan, aktivitas di gedung rektorat UHO tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan tujuan mencegah penyebaran Covid-19.

Keseriusan Prof. Zamrun mencegah Covid-19 di lingkungan kampus terlihat  beberapa kali menerbitkan surat edaran kepada semua civitas akademika UHO, meniadakan semua kegiatan kemahasiswaan dan hanya bisa dilaksanakan secara virtual atau online di tengah pandemi Covid-19. Kemudian surat edaran kegiatan dilaksanakan dengan memeperhatikan protokol kesehatan dan harus mendapatkan izin dari universitas.

Kemudian, pada sarana dan prasarana yang telah disediakan mulai dari wadah tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh dan wajib memakai masker masuk dalam gedung.

“Kita sudah sediakan tempat cuci tangan, pengecek suhu tubuh depan pintu masuk. Ada security yang melakukan pengecekan suhu tubuh dan yang paling utama setiap orang wajib memakai masker untuk masuk dalam rektorat,” ucapnya.

Selain penerapan protokol kesehatan yabg ketat, kata alumni Tohoku University Jepang ini, pihaknya juga sudah beberapa kali melaksanakan vaksinasi kepada sejumlan pejabat dan pegawai UHO yang bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menyukseskan program nasional pemerintah.

UHO selalu mendukung dan siap menyukseskan program vaksinasi nasional. Ke depan, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara akan melaksanakan program Vaksinasi Covid-19 dan ada yang dilibatkan dari UHO terutama dosen yang belum divaksin,” ujarnya.

Dengan terus meningkatnya kasus Covid-19 di Bumi Anoa khususnya di Kota Kendari, Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Sulawesi Tenggara ini mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan meski sudah divaksin untuk mencegah penyebaran virus corona yang bisa melanda kapan dan siapa saja.

“Mari kita tetap menerapkan lima (5) M meskipun sudah divaksin yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi,” tutupnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Halu Oleo Kendari, La Ode Hamdan Hakim mengatakan, sebenarnya proses perkuliahan tatap muka dalam ruangan tetap berjalan, namun dibatasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Tapi untuk mengaktifkan secara keseluruhan kuliah dalam ruangan seperti biasa Universitas Halu Oleo masih menunggu arahan dan petunjuk dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Humas Universitas Halu Oleo, La Ode Abdul Hamdan Hakim

“Kuliah tatap muka dibatasi dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, yang jelas kita tetap mengacu pada pemerintah pusat dan kalau sudah mengizinkan sudah pasti Universitas Halu Oleo tetap mengikuti. Semua itu kita mengacu dan arahan dari pemerintah pusat,” ucap La Ode Hamdan Hakim, Selasa 29 Juni 2021.

Terkait protokol kesehatan di Universitas Halu Oleo, Hamdan mengatakan, semua protokol kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah dilaksanakan dan diterapkan oleh Universitas Halu Oleo.

“Mulai dari tempat cuci tangan kita sediakan, pengukuran suhu tubuh juga kita siapkan dan civitas akadami wajib menggunakan masker ketika beraktifitas di lingkup universitas. Pokoknya semua protokol kesehatan kami laksanakan dan terapkan dengan baik,” ujarnya.

Universitas Halu Oleo juga sudah beberapa kali melaksanakan program nasional pemerintah pusat dengan melakukan vaksinasi kepada pada pejabat yang ada di Universitas Halu Oleo.

Meski lanjut dia, saat ini tidak semua civitas akademik Universitas Halu Oleo melakukan vaksinasi dikarenakan kuota vaksin yang didapatkan dari pemerintah terbatas.

“Yang jelas sudah beberapa kali Universitas Halu Oleo melakukan vaksinasi, yang jelas mulai dari pak rektor, para wakil rektor, dan kabag itu sudah semua divaksin. Universitas Halu Oleo bertahap karena terbatas kuota vaksin yang diberikan oleh pemerintah,” jelasnya.

Adakah rencana dosen akan divaksin juga, Hamdan mengatakan, itu tetap dilaksanakan tapi untuk saat ini Universitas Halu Oleo masih menunggu kutoa vaksin untuk tahap selanjutnya. Tapi kalau mereka (Dosen) melakukan vaksin di luar kampus diperbolehkan mengingat di Universitas Halu Oleo masih menunggu vaksin.

“Barangkali mereka (Dosen) juga melakukana vaksin di luar, seperti di rumah sakit, puskesmas dan di tempat lain yang menyiapkan vaksin. Tapi yang jelas di kampus Universitas Halu Oleo itu tetap dilakukan vaksinasi,” jelasnya.

Lanjut Hamdan mengatakan, pak rektor Prof. Muhammad Zamrun Firihu terus memberikan imbauan kepada semua masyarakat khususnya civitas akadami untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan meski sudah divaksin untuk mencegah Covid-19 yang bisa terpapar kapan dan siapa saja.

“Pak rektor sering menyampaikan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan lima (5) M meski sudah divaksin yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi,” imbaunya.

Ia menambahkan, saat ini UHO melaksanakan perkulihahan tatap muka dalam ruangan tapi terbatas dan juga melakukan perkuliahan secara daring (online) yang sudah berlangsung sudah lama sejak di tengah pandemi Covid-19. (Adv)

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...