Perjuangan Zamrun Menuju Dua Periode Pimpin UHO

48
Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc saat pengambilan sumpah sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2021-2025, bertempat di ruang rapat Senat Gedung Rektorat, Jumat 2 Juli 2021

Kendari, Inilahsultra.com – Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2021-2025, bertempat di ruang rapat Senat Gedung Rektorat, Jumat 2 Juli 2021.

Pelantikan sesuai surat resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) No: 42809/MPK.A/RHS/KP.07.00/2021 terkait jadwal pelantikan yang ditandatangani Mendikbudristek melalui Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen), Ainun Na’im, tertanggal 29 Juni 2021.

- Advertisement -

Pengambilan sumpah atau janji jabatan dilakukan oleh Mendikbud Ristek Nadiem Makarim secara virtual yang dirangkaikan dengan pengambilan sumpah Rektor Institut Teknologi Semarang (ITS), Direktur Politeknik Negeri Fak-Fak, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kemendikbudristek.

Pelantikan Prof. Muhammad Zamrun Firihu sebagai Rektor UHO untuk kedua kali yang dilakukan oleh Mendikbud Ristek Nadiem Makarim secara virtual.

“Kami berharap kepada bapak-bapak terus memacu dan meningkatkan pendidikan tinggi yang kreatifitas dan inovasi di lembaga pendidikan yang kalian pimpin. Pendidikan kita akan bisa menghasilkan perubahan yang akan membawa dunia pendidikan di Indonesia maju,” kata Nadiem Makarim usai pelantikan.

Prof. Muhammad Zamrun Firihu mengatakan, dirinya akan kembali melanjutkan apa yang telah di kerjakan selama masa jabatan sebelumnya yang belum terlaksana dengan baik.

“Saya akan melanjutkan yang sudah dikerjakan dan belum dikerjakan selama 4 tahun.Yang paling utama sih, bagaimana yang dikatakan oleh Pak Menteri Nadiem tadi, bagaimana memikirkan program kampus merdeka, merdeka belajar,” kata Zamrun.

Dalam masa jabatan barunya ini, mantan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) mengaku tidak memiliki target program kerja 100 hari. Karena dirinya tinggal melanjutkan apa yang telah dikerjakan selama ini.

“Saya kan bukan baru, saya hanya melanjutkan saja. Jadi yang ada di visi misi kami 90 persen itu ada dalam renstra kita jadi itu yang akan dikerjakan untuk kemajuan universitas kedepannya,” ujarnya

Terkait kampus merdeka, kata alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjelaskan, bahwa setiap program studi (prodi) sudah menyiapkan beberapa mata kuliah yang bisa diambil mahasiswa prodi yang lain atau fakultas lain atau bahkan universitas lain.

Merdeka belajar itu tujuannya adalah agar mahasiswa bisa tahu bukan cuma ilmunya saja, tetapi juga bisa membuka wawasan di program studi lain atau kerjasama dengan industri atau bahkan dengan lembaga-lembaga yang lain.

Ia memberi contoh, mahasiswa yang magang tiga (3) bulan bahkan satu (1) semester, nanti dihitung 20 SKS, tinggal dikonversi ke mata kuliah yang sesuai dengan potensi di program studinya masing-masing.

Ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas doa dan dukungan kepada Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) yang kedua kali untuk masa bakti 2021-2025.

“Salah satu wujud kampus merdeka yang akan dilaksanakan UHO dengan mengirim mahasiswa magang ke Jepang. Mahasiswa tersebut dari program studi teknik mesin, Fakultas Teknik UHO dengan jumlah 12 mahasiswa,” ucapnya.

Untuk itu, Alumni Tohoku University Jepang itu mengajak semua civitas akademi untuk bersama-sama berkarya menjadikan UHO perguruan tinggi unggul di Indonesia, bermartabat, berbudaya akademik, menghasilkan sumber daya manusia (SDM) cerdas.

“Pemilihan rektor telah selesai. Maka saatnya kita semua keluarga besar UHO mari meneguhkan kebersamaan dan berkarya untuk kemajuan kampus yang kita cintai ini bersaing dan menghasilkan SDM yang cerdas komperhendsif dalam pengembangan pesisir, kelautan dan perikanan,  yang sesuai dengan visi misi UHO,” jelasnya.

Perjuangan Prof. Muhammad Zamrun Firihu Menuju Dua Periode

Perjuangan Prof. Muhammad Zamrun Firihu untuk kembali mendapatkan amanah dua periode memimpin kampus terbesar di Sulawesi Tenggara tidaklah mudah. Pasalnya, sebelum mencalonkan diri mulai diterpa kabar tidak baik dengan beredar isu dugaan plagiat yang dialamatkan kapda dirinya untuk diruntuhkan kekuasaannya.

Namun, isu ini ditanggapi santai oleh Zamrun saat ditemui pada Rabu 27 Januari 2021. Menurut Zamrun, isu plagiat ini kembali muncul karena faktor kepentingan tertentu.

“Munculnya isu plagiasi ini, biarkan publik menilai. Pada intinya, sesuatu yang sudah tidak masalah masih dipermasalahkan lagi berarti mungkin sudah dekat Pilrek,” kata Zamrun

Selain isu tersebut, di Pilrek kemarin Zamrun kembali mendapat tantangan 11 kandidat yang mendaftar diri maju di Pilrek pada 26 Mei 2021.

Mereka adalah Mohamad Salam, Muhammad Zamrun Firihu, Yani Taufik, Ma’ruf Kasim, Buyung Sarita, Bahtiar, Jamhir Safani, Anas Nikoyan, Mustarum Musaruddin, Muhammad Nurdin, Nurlansi, dan Abdi. Dari dua belas figur bakal calon, lima di antaranya menyandang gelar Guru Besar. Sedangkan tujuh figur sisanya memiliki jenjang pendidikan Doktor.

Namun dari 12 nama balon rektor, Panitia Pilrek UHO menetapkan tujuh kandidat yang menjadi balon rektor lolos berkas untuk ketahap selanjutnya dan lima kandidat dinyatakan gugur pada 31 Maret 2021. Mereka adalah Mohamad Salam, Muhammad Zamrun Firihu, Prof. Ma’ruf Kasim, Prof Buyung Sarita, Bahtiar, Mustarum Musaruddin, Muh. Nurdin

“Panitia telah melakukan pemeriksaan berkas dan menetapkan tujuh balon yang lolos berkas untuk ketahap berikutnya dan lima kandidat yang mendaftar dinyatakan gugur seleksi berkas,” kata Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof Weka Widyawati saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 31 Maret 2021.

Di tengah perjalan, tahapan Pilrek UHO terhanti dikarenakan ada salah satu calon melaporkan Muhammad Zamrun Firihu yang diduga melakukan plagiat atas karya tulis ilmiah di Kemendikbudristek

Berdasarkan hasil analisis tim yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, mengeluarkan surat bahwa Muhammad Zamrun Firihu terbukti melakukan plagiat dan dinyatakan gugur sebagai pencalonannya. Sementara Jamhir Safani sebelumnya dinyatakan gugur,  diloloskan dalam tahapan penjaringan dengan alasan tindakan plagiasi diri belum diatur dan tidak termasuk dalam definisi plagiasi Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010.

Tertulis dalam surat tersebut, bahwa dinyatakan berdasarkan Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri sebagaimana diubah dengan Permenristekdikti Nomor 21 Tahun 2018 tentang perubahan atas Permenristekdikti Nomor 19 Thun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri dan Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penegahan dan Penanggulangan Tindak Plagiat di perguruan tinggi, yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat penjaringan bakal calon rektor UHO.

Atas surat tersebut, Senat UHO tidak serta merta langsung memutuskan tapi memberikan dulu kesempatan kepada Muhammad Zamrun Firihu untuk melakukan klarifikasi sekitar seminggu di Kemendikbudristek terkait plagiat.

“Dugaan plagiarisme ini berdasarkan laporan masyarakat dan memberikan kesempatakan kepada Profesor Zamrun sebagai yang dirugikan yang dituduh plagiat untuk klarifikasi di pusat,” kata Ketua Senat UHO, Takdir Saili, 19 April 2021

Usai melakukan klarifikasi, kemudian muncul keputusan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) di atas dianulir dengan keluarnya surat baru bernomor 0301/E.E4/KP.07.00/2021 tanggal 10 Mei 2021, perihal Penegasan dan Arahan Pemilihan Rektor UHO periode 2021-2025.

Surat tersebut berbunyi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah membentuk tim review independen untuk melakukan klarifikasi, pengkajian mendalam, serta mendengarkan penjelasan dari para pihak. Berdasarkan pendalaman tersebut disimpulkan tidak ditemukan tindak plagiat sebagaimana dimaksud di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 20210 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.

Dalam surat tersebut dinyatakan tidak ditemukan tindakan plagiasi pada karya ilmiah Muhammad Zamrun Firihu. Maka dengan demikian Senat UHO dapat kembali melanjutkan tahapan penyaringan. Dalam surat itu juga ditegaskan adanya penambahan satu orang bakal calon rektor. Dengan demikian maka total calon menjadi delapan orang.

Delapan balon rektor tersebut menyampaikan visi misi dan program kerja di hadapan ratusan Senat UHO di Gedung Sport Center pada Selasa 18 Mei 2021 untuk menentukan siapa calon rektor UHO yang berhasil masuk tiga besar.

Senat UHO melakukan pemilihan untuk tiga besar calon rektor ada tiga nama yang masuk calon rektor berdasarkan suara terbanyak yaitu, calon rektor selaku petahana Muhammad Zamrun Firihu berhasil mengumpulkan 86 suara, Buyung Sarita hanya meraih 9 suara dan Jamhir Safani hanya memperoleh 7 suara.

Sementara balon lainnya yakni Ma’ruf Kasim meraih 2 suara, Mohamad Salam 5 suara, Muhammad Nurdin 1 suara, Mustarum Musaruddin 1 suara, serta Bahtiar 0 suara. Total suara sah Senat sebanyak 111 suara, sedangkan 2 senat lainnya berhalangan hadir.

Prof Takdir Saili mengatakan, pihaknya telah menyerahkan tiga nama calon rektor. Selain itu, Senat juga menyerahkan undangan pelaksanaan Pilrek UHO yang dijadwalkan akan dilaksanakan 16 Juni 2021 mendatang. Namun jadwal tersebut masih tetantif karena masih menunggu keputusan dari Kemendikbud.

“Kami sudah serakan tiga nama calon rektor hasil dari pemilihan Senat kemarin. Di surat yang diajukan itu kami (Senat) cantumkan tanggal 16 Juni 2021, tetapi keputusan kapan waktu pelaksanaan pemilihan itu tergantung dari pusat (Kemendikbud),” kata Prof Takdir Saili, Senin 31 Mei 2021.

Terkahir Senat UHO melaksanakan pemilihan tiga nama calon rektor UHO periode 2021-2025 yakni Muhammad Zamrun Firihu, Buyung Sarita dan Jamhir Safani yang memperbutkan 113 suara Senat dan 35 persen dari Kemendikbudristek digelar di Sport Centre UHO, Rabu 16 Juni 2021.

Berdasarkan suara senat dan Menteri Muhammad Zamrun memperoleh 121 suara terbanyak pertama, di posisi kedua ada Buyung Sarita dengan 26 suara, kemudian Jamhur Safani hanya mendapatkan 21 suara.

Ia merinci anggota senat seluruhnya ada 113. Namun ada anggota senat yang meninggal dunia belum ada penggantinya. Dua orang sakit dan satu orang terlambat saat pemilihan. Sehingga total suara senat 109. Ditambah suara menteri sebanyak 59. (Adv)

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...