Gubernur Sultra Resmi Keluarkan SE Pemberlakuan PPKM Mikro

167
Gubernur Sultra, Ali Mazi.
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi mengluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 550/2841 tentang Transportasi Selama Pemberlakuan Pembatasan KEGIATAN Masyarakat Berbasis Mikro Terbatas Di Provinsi sulawesi Tenggara, Rabu 7 juli 2021.

-Advertisements-

Sehubungan dengan perkembangan kasus Corona Virus Disease 2019 dibeberapa daerah termasuk di Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami trend peningkatan kasus, maka untuk mengantisipasi penularan Corona Virus Disease 2019 varian baru.

Dalam surat edaran tersebut, terdapat 6 poin penting, yakni:

1. Bahwa semua pelaku perjalanan melalui darat, laut dan udara yang berasal dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara ke wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara diwajibkan melakukan test Swab RT-PCR.

2. Semua pelaku perjalanan sebagaimana dimaksud pada angka 1 wajib melakukan isolasi mandiri di rumah atau di tempat tinggal selama 2 (dua) hari sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.

3. Pelaku perjalanan yang melakukan Isolasi Mandiri sebagaimana dimaksud pada angka 2 jika terdapat gejala indikasi Corona Virus Disease 2019 wajib segera melakukan Swab RT-PCR. Jika dinyatakan positif untuk segera memberi data informasi ke Satgas Corona Virus Disease 2019 setempat untuk keperluan 3T (testing, tracing, treatment).

4. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro pada Zona Positif dan Indikatif Persebarannya dengan berpedoman pada ketentuan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

5. Penggunaan Transportasi Umum (kendaraan umum, angkutan massal, taxi konvensional, dan online) ojek (pangkalan dan online), dan kendaraan (sewa/rental) dapat beroperasi dengan melakukan pengaturan kapasitas, jam operasional dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya lebih lanjut diatur oleh Pemerintah Kabupaten/Kota masing-masing.

6. Masing-masing Kabupaten/Kota agar segera mengaktifkan satgas sampai tingkat RT/RW dalam rangka optimalisasi kegiatan edukasi 6M (Mencuci tangan dengan sabun, Menggunakan masker dengan benar, Menjaga jarak, Menghindari keramaian, Menghindari makan bersama, Mengurangi mobilitas), dan 3T (testing, tracing, treatment.

Demikian Surat Edaran ini disampaikan untuk dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaannya.

SE tersebut ditetapkan di Kendari pada 6 Juli 2021, dan di Tandatangani oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.

Tembusan dalam surat ini yakni
1. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta;
2. Menteri Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta; 3. Menteri Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta;
4. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari; 5. Arsip.

Reporter : Iqra Yudha

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...