DPRD Konsel Lakukan KAD di Bali Terkait Pengelolaan Wisata dan Bumdes

48
Anggota DPRD Konsel dari Komisi I dan III menyambangi Bali dalam rangka melakukan kajian antar daerah terkait pengelolaan destinasi wisata dan Bumdes. (Istimewa)

Andoolo, Inilahsultra.com– Pengelolaan destinasi wisata dan Bumdes di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konsel.

Berkaitan dengan hal itu, sejumlah anggota legislatif Konsel melakukan kajian antar daerah (KAD) di Bali. Giat tersebut dilaksanakan 23-26 Juni 2021, lalu.

- Advertisement -

Ketua Komisi III Herman Pambahako beserta anggota Komisi III lainnya melakukan KAD di Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Bali.

Herman Pambahako mengatakan, Kabupaten Gianyar, Bali merupakan yang memiliki daya tarik wisata terbanyak diantara 9 kabupaten/kota yang ada di provinsi Bali.

“Salah satu faktor yang berperan penting dalam pengembangan destinasi pariwisata adalah sumber daya manusianya (SDM) yang berperan sebagai faktor kunci dalam mewujudkan keberhasilan kinerja guna mendukung pengembangan pariwisata itu sendiri,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Gianyar, I Gusti Ngurah Susatia Putera menerangkan, dengan belum berakhirnya pandemi Covid-19 pendapatan di sejumlah obyek wisata yang dikelola pemerintah terus mengalami keterpurukan.

“Bahkan sesuai data yang masuk bila dulunya pendapatan dari DTW (Daya Tarik Wisata) yang dikelola pemerintah daerah bisa mencapai Rp. 100 juta per hari, kini sejak pandemi pendapatan hanya berkisar antara Rp 5 juta per hari” tuturnya.

Di tempat berbeda, Ketua Komisi I Nadira beserta anggotanya melakukan KAD di Desa Wana Giri Buleleng, Bali, diterima langsung oleh Kepala Desa Made Suparanton, serta Ketua Bumdes Wana Giri Made Darsana dan kelompok pengelola pariwisata desa Wana Giri.

Mengawali pertemuan Nadira menjelaskan tentang profil potensi pariwisata kabupaten Konsel. Selain itu, dirinya mengulik lebih jauh tentang pengelolaan Bumdes Wana Giri.

Ketua Bumdes Wana Giri, Made Darsana menyampaikan, bahwa terkait pembagian hasil kegiatan simpan pinjam yang dikelola oleh Bumdes yakni simpan pinjam untuk masyarakat dikenakan bunga 1 persen, untuk penguatan modal 30 persen, PAD desa 20 persen, dana sosial 5 persen, 10 persen tim verifikasi dari desa.

Selanjutnya, 15 persen untuk hasil usaha pengurus, 10 persen operasional pengurus untuk kegiatan yang telah direncana dalam 1 tahun anggaran dan 10 persen untuk biaya pengelolaan konservasi hutan.

“Sedangkan usaha yang paling bagus pendapatannya adalah usaha wisata dan usaha komoditi kopi. Sedang mengenai kontribusi pihak pemerintah daerah maupun pusat tetap kita mengharapkan dari pembinaan, pengawasan dan memberikan support pada pelaku-pelaku usaha yang ada di desa,” tuturnya.

Editor : Rido

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...